Massa Hiraukan Tembakan Gas Air Mata Polisi, Petasan, Sandal, hingga Batu Beterbangan

Polisi menghalau massa dengan menembakkan air ke arah massa dari gerbang utama DPR. Massa berlarian dan menjauh dari gedung DPR.

oleh Ady AnugrahadiMuhammad Radityo PriyasmoroArief Rahman HDiperbarui 28 Agustus 2025, 15:54 WIB
Polisi memukul mundur massa demo Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang bertindak anarkis. Sejumlah kendaraan taktis dikerahkan untuk membubarkan massa. (Liputan6/Arief Rahman Hakim)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi memukul mundur massa demo Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang bertindak anarkis. Sejumlah kendaraan taktis dikerahkan untuk membubarkan massa.

Pantauan Liputan6.com, massa di depan gedung DPR melakukan tindakan pelemparan batu dan benda keras lainnya ke arah gedung DPR. 

Massa juga tampak merusak pagar DPR. Imbauan agar massa tidak melakukan tindakan anarkis dihiraukan. Polisi pun akhirnya melakukan tindakan tegas dengan kendaraan taktis seperti kendaraan water canon.

Polisi menghalau massa dengan menembakkan air ke arah massa dari gerbang utama DPR.  

Polisi juga menembakkan gas air mata ke arah massa. Kerumunan massa pun pecah, mereka berlarian ke berbagai arah, sebagian mengarak ke arah Slipi, Petamburan dan arah Palmerah.

Polisi melalui pengeras suara terus meminta massa agar membubarkan diri. "Kami meminta agar tidak ada tindakan anarkis,” tegas salah seorang polisi. 

Kendati menjauh dari area kompleks DPR, sebagian massa terlihat tetap melempar benda keras dan petasan arah polisi. Terlihat ada batu, botol, sandal dan sejumlah benda keras lain dilempar ke arah polisi 

Hingga pukul 15.50 WIB, upaya pengamanan dan menghalau massa oleh kepolisuian masih berlangsung. 

256 Pelajar Hendak Ikut Demo Diamankan

Massa unjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Senayan Jakarta Selatan mulai ricuh. Sejumlah pendemo tampak melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pelemparan botol. (Liputan6/M Radityo Priyasmoro)

Polisi mencegah 256 pelajar yang hendak ikut aksi demo Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Dari jumlah itu, satu orang pelajar kedapatan membawa sembila busur panah.

Dari total pelajar yang dicegah, 116 diamankan oleh Polda Metro Jaya, sedangkan 140 lainnya oleh Polres jajaran. Lokasinya tersebar di Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Tangerang Kota, Depok, dan Jakarta Pusat. 

"Update pelajar yang berhasil dicegah untuk tidak melaksanakan demo. Total 256 pelajar dan satu orang diantaranya ditemukan membawa sembilan busur panah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2016 lebih buruk daripada 2015 (liputan6/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya