Fans MU Murka, Amorim Dituding Tak Punya Jiwa Pemimpin Saat Disingkirkan Grimsby Town

Manchester United kembali menjadi bahan olok-olok setelah disingkirkan klub League Two, Grimsby Town, lewat adu penalti dramatis di Carabao Cup, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 28 Agustus 2025, 14:42 WIB
Pelatih Manchester United Ruben Amorim bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan putaran kedua Piala Liga Inggris melawan Grimsby Town, Kamis (28-8-2025) dini hari WIB, di Hill Blundell Park, Grimsby, Inggris. (Nigel French/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali menjadi bahan olok-olok setelah disingkirkan klub League Two, Grimsby Town, lewat adu penalti dramatis di Carabao Cup, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB.

Kekalahan memalukan itu tak hanya memperpanjang tren buruk Setan Merah, tetapi juga membuat sorotan tajam mengarah pada sang manajer, Ruben Amorim.

Bermain di Blundell Park, MU sudah tertinggal 0-2 di babak pertama melalui gol Charles Vernam dan Tyrell Warren. Amorim kemudian memasukkan dua pemain kunci, Bruno Fernandes dan Matthijs de Ligt, pada jeda pertandingan. Keputusan itu sempat membuahkan hasil setelah Bryan Mbeumo dan Harry Maguire menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Namun, laga berlanjut hingga babak adu penalti yang berjalan gila. Total 26 tendangan diambil kedua tim. Matheus Cunha sempat gagal memastikan kemenangan, sebelum akhirnya Mbeumo menghantam mistar pada kesempatan keduanya. Grimsby pun memastikan kemenangan 12-11, disambut invasi lapangan dari para suporter tuan rumah.


Kegeraman Fans MU

Mereka pun mampu unggul lebih dulu berkat gol Marcus Rashford pada menit ke-2. Sayangnya, gawang Manchester United yang dikawal Andre Onana kebobolan pada menit ke-43. Umpan dari Wes Burns mampu dituntaskan Omari Hutchinson menjadi gol dengan tendangan kaki kiri. (AP Photo/Dave Shopland)

Yang membuat fans MU semakin geram adalah sikap Amorim saat drama penalti berlangsung. Kamera televisi menangkap momen dirinya duduk di bangku cadangan sambil menutup wajah dan enggan menyaksikan eksekusi anak asuhnya. Gestur tersebut dianggap tidak mencerminkan sosok pemimpin.

Di media sosial, hujatan deras mengalir. Seorang fans menulis di X: “Fergie bahkan menatap penuh percaya diri di final Liga Champions. Amorim malah bersembunyi di balik stafnya saat lawan Grimsby di Carabao Cup. Memalukan.”

Sementara yang lain menyebut Amorim sebagai manajer yang “bersembunyi” dan “pengecut”. Bahkan ada yang mendesak agar ia langsung dipecat malam itu juga.


Kekecewaan Amorim

Manajer anyar Manchester United, Ruben Amorim, mengakui pasukannya masih kesulitan memahami racikan strategi yang diterapkannya. Alhasil, MU harus puas bermain imbang 1-1 kontra Ipswich Town. (AP Photo/Dave Shopland)

Usai pertandingan, Amorim tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Ia mengakui timnya memang pantas kalah. “Saya pikir tim terbaik yang menang, satu-satunya tim yang benar-benar bermain di lapangan,” ujarnya kepada Sky Sports.

Amorim juga menilai skuad MU tampil tanpa intensitas sejak menit awal dan “benar-benar kehilangan arah”.

Kekalahan dari tim kasta keempat ini membuat posisi Amorim di Old Trafford semakin tertekan. Kritik kian deras, sementara performa MU belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

Setan Merah kini dituntut bangkit saat menjamu Burnley di Old Trafford akhir pekan ini, jika tak ingin krisis semakin dalam.

Sumber: Sportbible

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya