Tubuh Anjing Ini Ditato oleh Pemiliknya, Netizen China Geram

Bagaimana respons para pencinta hewan terhadap tindakan sang pemilik anjing ini?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 29 Agustus 2025, 18:35 WIB
Ilustrasi Pitbull. Foto: hdwallpaperscool

Liputan6.com, Beijing - Seekor anjing bikin heboh pameran hewan di Shanghai, China. Bukan karena penampilannya yang langka, tapi karena tubuhnya dipenuhi tato hingga memicu perdebatan soal etika.

Foto anjing tanpa bulu dengan tato bergaya Yakuza ini langsung viral di media sosial China dan memicu kemarahan para pecinta hewan. Gambar itu diambil di ajang pameran hewan yang digelar di Shanghai New International Expo Center awal bulan ini, dilansir dari Odddity Central, Kamis (28/8/2025).

Menurut berbagai media lokal, sang pemilik dengan bangga memamerkan tato besar tersebut dan menegaskan bahwa itu tato asli. Ia juga menyebut anjingnya tidak butuh obat bius karena dianggap tahan sakit.

Dalam foto yang beredar, punggung anjing tanpa bulu itu dipenuhi tato berwarna-warni. Di bagian tengah ada wajah naga, sementara tubuh naga membentang di punggung hingga sebagian kaki depan. Tak hanya itu, anjing itu juga dipakaikan kalung emas besar dan sebuah arloji di salah satu kakinya.

 

Memicu Kontroversi

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Kejadian ini membuat banyak pecinta hewan marah. Mereka menuntut pemilik anjing untuk meminta maaf, serta mendesak pihak penyelenggara pameran menjelaskan apakah "anjing bertato" itu memang diundang sebagai daya tarik acara.

Sejumlah ahli menegaskan bahwa dari sisi kesehatan dan kesejahteraan hewan, tidak ada yang namanya tato aman dan tanpa rasa sakit bagi anjing. Kulit anjing lebih tipis dari manusia dan sarafnya lebih rapat.

"Bagian kulit tipis seperti pergelangan biasanya punya tingkat rasa sakit lebih tinggi karena lemak dan ototnya sedikit, sementara ujung sarafnya lebih padat. Jadi menato di area kulit tipis jelas lebih menyakitkan," ujar seorang seniman tato.

Media Taiwan, EBC, melaporkan bahwa pemilik anjing itu bahkan menawarkan jasa tato untuk hewan lain kepada para pengunjung dengan tarif 2.000–3.000 yuan atau Rp4,4 juta–Rp6,7 juta. Tawaran ini semakin memicu kemarahan aktivis perlindungan hewan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya