Antisipasi Penyusup di Demo 28 Agustus 2025, Polisi Lakukan Penyekatan di Sejumlah Titik Menuju Jakarta

Sebelumnya, 120 pelajar dari berbagai daerah dicegah saat hendak menuju Gedung DPR/MPR RI

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 28 Agustus 2025, 11:21 WIB
Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (12/5/2022). Aksi tersebut untuk memperingati May Day serta menolak Omnibuslaw UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan meminta klaster ketenagakerjaan kembali ke substansi UU Nomor 13 Tahun 2003. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Massa yang hendak mengikuti demo 28 Agustus 2025 sudah memadati kawasan Gedung DPR. Memastikan situasi konsudif selama demo berlangsung, Polda Metro Jaya melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Jakarta hari ini, Kamis (28/8/2025).

"Nanti kehadiran polisi di berbagai titik, kemudian sudah bekerjasama juga dengan beberapa polres di sekitar Polda Metro Jaya memberikan informasi dan melakukan imbauan-imbauan edukasi, patroli hingga pencegahan ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Mencegah Hal-Hal Tak Diinginkan

Kondisi Stasiun KRL Palmerah pada Kamis (28/8/2025) terlihat normal. Pada hari ini dijadwalkan akan ada demo buruh yang berlokasi di DPR RI. tak jauh dari Stasiun Palmerah. Terlihat sejumlah Polisi dan TNI sudah mulai berjaga. (Liputan6.com/Arief)

Ade Ary menjelaskan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyusup yang berusaha memanfaatkan momentum aksi. Sekaligus memastikan situasi tetap kondusif serta menjaga kenyamanan masyarakat yang beraktivitas.

"Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan juga apabila ada para pihak yang ingin nanti memanfaatkan situasi, ini juga dapat kami cegah, tujuannya untuk mencegah ya," ucap dia.

120 Pelajar Hendak ke Jakarta Dicegah

Sebanyak 120 pelajar dari berbagai daerah dicegah saat hendak menuju Gedung DPR/MPR RI. Kabid Humas menilai, keikutsertaan pelajar dalam aksi unjuk rasa buruh ini dipicu ajakan dan provokasi melalui media sosial.

“Kami sayangkan ini masih terjadi. Setidaknya di jam 8.30 Wib tadi ada laporan 120 pelajar yang dicegah, dilindungi, diamankan, diayomi oleh anggota, ujar dia.

Pelajar tersebut sebagian besar masih berseragam sekolah. Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Tangerang, Depok, Cianjur, Purwakarta, hingga Indramayu dan Cirebon.

Terprovokasi Ajakan Demo di Medsos

Adapun rinciannya, 48 pelajar diamankan Polres Metro Bekasi Kabupaten, 29 pelajar dari Polres Metro Bekasi Kota, 11 pelajar dari Polres Metro Tangerang Kota, 7 pelajar dari Polres Metro Depok, dan 25 pelajar dari Polres Metro Jakarta Pusat.

“Hasil interogasi, maksud dan tujuan berangkat adalah benar akan ke sini ikut melaksanakan unjuk rasa. Mereka dapat informasi dari medsos, ada ajakan dan provokasi medsos," ujar dia.

Menurut dia, fenomena ini memprihatinkan karena para pelajar tidak meminta izin orangtua dan justru bolos saat jam pelajaran.

Ade Ary khawatir kelompok rentan seperti anak-anak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh situasi unjuk rasa.

Ade Ary memastikan, penanganan terhadap para pelajar mengedepankan pendekatan persuasif. Dia mengatakan, pihaknya menggandeng sekolah, dinas pendidikan, dan orangtua untuk memberikan edukasi.

Saat ini, para pelajar tersebut masih diamankan di beberapa polres dan rencananya akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pendalaman lebih lanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya