Hidup Dwi Hartono: Sisi Kelam di Balik Polesan Media Sosial

Otak penculikan dan pembunuhan MIP (37) kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih terungkap. Mereka berjumlah empat orang. Salah satunya adalah DH alias Dwi Hartono.

oleh Nasrul FaizDiterbitkan 28 Agustus 2025, 06:00 WIB
Dwi Hartono. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penculikan dan pembunuhan MIP (37), kepala cabang bank BUMN di Cempaka Putih, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Polisi telah menangkap sejumlah pelaku yang terlibat, dari eksekutor hingga dalang utama. Total 15 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Polisi membagi pelaku ke dalam empat klaster. Pertama, otak pembunuhan atau dalang. Kedua, kelompok pembuntut yang membayangi korban. Ketiga, komplotan penculik. Keempat, eksekutor yang menganiaya MIP hingga meninggal dunia.

Adapun salah satu dalang utamanya adalah Dwi Hartono alias DH. Pria yang dikenal sebagai pemilik bimbingan belajar sekaligus motivator itu ternyata berada di balik rencana penculikan dan pembunuhan MIP.

Dwi Hartono cukup populer sebagai influencer dengan 32,7 ribu pengikut di Instagram. Pada profilnya, DH menampilkan diri sebagai pengusaha di bidang properti, fesyen, perawatan kulit, hingga mendirikan Hartono Fondation.

Dwi Hartono kerap membagikan konten keseharian bersama keluarganya. Dia juga sesekali mengomentari kasus perundungan hingga penjambretan.

Dwi Hartono pernah membagikan potret saat bertemu sejumlah pejabat negara. Mulai dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Riza Patria dan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Dwi Hartono juga memiliki akun YouTube bernama Klan Hartono. Akun ini jadi wadah Dwi Hartono membagikan tips-tips membangun bisnis tanpa modal hingga sukses sebelum usia 30 tahun.

Namun di balik gemerlap citra yang ditunjukkan di media sosialnya tersebut, Dwi Hartono ternyata menjadi otak di balik kasus penculikan dan pembunuhan MIP. Ia disebut memerintahkan empat orang untuk menculik korban di area parkir sebuah supermarket di Jakarta Timur.

Total 15 orang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Rinciannya, empat orang merupakan pelaku penculikan, masing-masing AT, RS, RAH, dan RW. Empat orang lainnya otak dari penculikan dan pembunuhan. Mereka berinisial YJ, AA, C, dan Dwi Hartono. Sisanya, tujuh orang belum terungkap identitasnya.

Dwi Hartono Pernah Terjerat Kasus Pemalsuan Ijazah

Penampakan rumah masa kecil Dwi Hartono di Tebo Jambi. Dwi Hartono merupakan otak penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN. (Liputan6.com/ Gresi Plasmanto)

Dwi Hartono (DH) ternyata tak hanya terlibat kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN MIP (37). Dia pernah terseret kasus pemalsuan ijazah SMA di wilayah Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena mengatakan, kasus pemalsuan ijazah SMA Dwi Hartono terjadi pada 2012.

"Iya benar di tahun 2012 terkait pemalsuan ijazah SMA," kata Andika kepada Liputan6.com, Rabu (27/8/2025).

Kasus tersebut ditangani Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Andika menyebut, informasi yang dikantonginya, Dwi Hartono sudah divonis dua tahun penjara.

"Informasinya sudah divonis kurang lebih 2 tahun penjara," ujar Andika.

Beredar kabar Dwi Hartono juga pernah menjadi joki seleksi masuk mahasiswa di sebuah perguruan tinggi. Andika mengaku belum mendapatkan laporan tersebut.

"Data yang ada di kita hanya terkait kasus pemalsuan ijazah," ucapnya.

Jejak Dwi Hartono di Tebo Jambi

Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN. (Liputan6.com/@klanhartono)

Dwi Hartono punya latar belakang bisnis yang mentereng. Dia mengaku sebagai pengusaha properti, fesyen, skin care, hingga Hartono Foundation. Selain punya latar belakang sebagai bos, Dwi Hartono ternyata dikenal sebagai seorang motivator.

Dwi Hartono merupakan seorang yang berasal dari kampung halaman di Rimbo Bujang yang berjarak 250 kilometer dari Kota Jambi. Di kampung halamannya Rimbo Bujang yang merupakan Kawasan eks transmigrasi itu, Hartono menghabiskan masa kecilnya.

Dia pernah tinggal bersama orang tuanya di Jalan Sapat, RT 22, Dusun Jati Makmur, Desa Mekar Kencana (Unit VI), Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Rumahnya itu dua lantai dan bercat putih. Perbagar kelir biru. Dalam beberapa hari terakhir rumah tersebut kosong. Pagarnya terkunci.

"Informasinya (rumah) kosong, belum tahu orang tuanya kemana. Mungkin nyusul ke Jakarta," kata Nanang, warga Tebo saat dihubungi tim Liputan6.com dari Jambi, Rabu (27/8/2025).

Dwi Hartono pernah menamatkan sekolah di SD Negeri 177/VIII Jalan Meranti Desa Tirta Kencana, dan SMP Negeri 13 Jalan Kolim, Desa Tirta Kencan. Setelah tamat SMP, dia melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA sampai Perguruan Tinggi di Jawa.

Pulang Kampung Naik Helikopter

Di kalangan warga Rimbo Bujang yang merupakan daerah transmigrasi di Tebo, Jambi itu, Dwi Hartono tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses kaya raya.

Di sana dia dikenal sebagai seorang dermawan yang tanpa pamrih sering menolong warga kampung. Dia juga pernah menyumbangkan mobilnya untuk dijadikan ambulance dan diserahkan kepada warga di kampungnya.

Lahir di kalangan keluarga sederhana, Dwi Hartono lebih banyak menghabiskan waktunya di Jakarta. Suatu ketika saat pulang kampung Dwi Hartono menggemparkan warga Tebo.

Dwi Hartono pernah pulang kampung naik helikopter. Menurut warga di kampungnya, helikopter yang pernah dibawanya itu merupakan milik pribadi.

Dikenal pengusaha kaya raya, Dwi Hartono juga tak segan mendatangkan artis ibu kota ke kampung halamannya. Ketika acara khitanan anaknya, dia menggelar acara syukuran yang mendatangkan artis Via Valen.

Tak hanya itu, dia juga pernah mendatangkan penyanyi Wika Salim dan beberapa penceramah kondang.

Ditangkap di Solo

Dalam kasus penculikan yang berujung pembunuhan ini, Dwi Hartono berhasil ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/8/25) sekitar pukul 20.15 WIB.

"Saya tak sebut nama, hanya membenarkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, saat dihubungi, Selasa (26/8/2025).

Saat dicecar profesi DH sebagai bos sebuah bimbingan belajar (bimbel), Ade Ary membenarkan. Tetapi ketika dipastikan apakah DH juga seorang motivator, seperti yang ramai beredar di media sosial, dia belum bisa memastikan.

“Iya bener-bener (pengusaha bimbel). Penyidik tahunya dia pengusaha itu (bimbel)," ujar dia.

Adapun peran DH dalam kasus ini adalah aktor penculikan MIP. MIP diculik di parkiran sebuah supermarket.

“Salah satu aktor penculikan ya," ujarnya.

Konstruksi Kasus

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari penemuan jenazah MIP oleh seorang penggembala sapi yang melintas di lapangan kawasan Tegal Masni, Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis 21 Agustus 2025.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat RT dan RW setempat sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

"Awalnya ada pengembala sapi di sekitar lokasi melihat mayat, setelah itu dia laporan ke RT RW setempat hingga akhirnya laporan itu diterima polsek," jelas Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul.

Hotma menyebut, jenazah ditemukan sekira pukul 05.30 WIB. Kondisi jenazah sangat mengenaskan. Bagian kaki, kepala, dan wajah korban dililit lakban berwarna hitam.

"Ada luka lebam akibat benda tumpul di bagian wajah korban," kata Hotma.

Beberapa jam setelah ditemukan, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi.

Sesampainya di RS Polri, jasad langsung dibawa ke instalasi forensik. Beberapa rekan kerja korban terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya