Liputan6.com, Jakarta - Di era digital, transaksi keuangan menjadi semakin praktis. Namun, di balik kemudahan ini, ancaman kejahatan siber juga semakin meningkat. Melihat fenomena tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) meluncurkan kampanye edukasi bertajuk #JanganKasihCelah untuk meningkatkan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi, terutama saat bertransaksi di ruang publik.
“Danamon menghimbau nasabah untuk selalu tetap mengutamakan keamanan dalam melakukan transaksi perbankan di tempat umum,” ujar Chief Digital Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk Andreas Kurniawan, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025).
Advertisement
Tren transaksi digital di Indonesia memang terus melonjak. Berdasarkan Indonesia Millennials and Gen Z Report 2025, empat dari lima generasi muda menggunakan mobile banking maupun e-wallet dalam aktivitas harian. Data Bank Indonesia turut mencatat lonjakan transaksi e-commerce dari Rp 205,5 triliun pada 2019 menjadi Rp 487,01 triliun pada 2024, atau tumbuh 136,9%.
Namun, seiring meningkatnya transaksi online, risiko penipuan juga kian terbuka. Dari penggunaan Wi-Fi publik hingga port USB di fasilitas umum, semua bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku kejahatan untuk mencuri data nasabah.
Hati-hati Malware
Meski jaringan publik seperti Wi-Fi di kafe, bandara, halte, maupun taman terasa praktis, risiko yang mengintai tidak bisa dianggap sepele. Menurut Andreas, penipu kerap memanfaatkan jaringan dengan enkripsi lemah untuk mencuri data pribadi. Sementara itu, penggunaan port USB sembarangan juga membuka peluang penyebaran malware yang bisa merusak perangkat hingga membobol data perbankan.
Jenis serangan yang mengintai di ruang publik beragam, mulai dari Man in the Middle Attack (MITM), sniffing atau pencurian data, malware distribution, hingga fake hotspot yang dirancang menyerupai jaringan asli. Semua ini bertujuan mendapatkan informasi sensitif pengguna, termasuk data finansial.
Karena itu, Danamon mendorong masyarakat agar #JanganKasihCelah pada tindakan fraud. Edukasi dan kewaspadaan dianggap sebagai kunci utama agar nasabah tetap aman dalam memanfaatkan kemudahan transaksi digital.
Aktifkan Fitur Keamanan Tambahan
Danamon membagikan sejumlah tips praktis untuk menjaga keamanan transaksi digital. Nasabah disarankan menggunakan jaringan seluler pribadi, menghindari Wi-Fi publik, serta membawa power bank sendiri ketimbang mengandalkan port USB di ruang umum.
Selain itu, Danamon menganjurkan pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti two factor authentication (biometrik atau OTP), menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP, serta tidak membagikan data perbankan kepada pihak mana pun. Nasabah juga perlu memastikan situs yang diakses memiliki protokol HTTPS agar terhindar dari tautan palsu.
“Apabila nasabah menemukan transaksi mencurigakan setelah menggunakan fasilitas publik, kami menghimbau agar segera menghubungi Danamon melalui media komunikasi resmi kami, salah satunya Hello Danamon di 1-500-090,” tutup Andreas.
Dengan langkah-langkah sederhana namun penting ini, masyarakat dapat tetap nyaman bertransaksi secara digital tanpa perlu khawatir menjadi korban penipuan.