Liputan6.com, Jakarta- Pembalap reli kebanggaan Indonesia, Tubagus Moerinsyahdi atau yang akrab disapa Tb Adhi, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia berhasil menyelesaikan ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2025 dan menembus posisi 10 besar Asia.
Pencapaian ini menunjukkan ketangguhan serta konsistensinya di tengah persaingan yang sangat ketat dan medan yang penuh tantangan.
Advertisement
Ajang balap lintas alam paling brutal di Asia ini berlangsung selama delapan hari, mulai dari tanggal 8 hingga 16 Agustus 2025. Dengan rute menantang sejauh 2.300 kilometer yang melintasi berbagai wilayah di Thailand. Reli resmi dimulai pada 7 Agustus 2025 di Walking Street, Pattaya, Thailand, dengan “ceremonial start” yang meriah.
Keberhasilan Tb Adhi dalam menembus jajaran elite Asia di AXCR 2025 menjadi bukti nyata dedikasi dan semangat juang yang tinggi. Meskipun menghadapi berbagai kendala teknis dan medan yang tidak terduga, ia mampu menunjukkan performa terbaiknya dan mengharumkan nama Indonesia di panggung reli internasional.
Profil dan Perjalanan Tb Adhi di Dunia Reli
Dalam AXCR 2025 ini, Tb Adhi berkompetisi di bawah bendera Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI). Ia mengendarai Toyota Fortuner yang telah dimodifikasi khusus untuk reli, didampingi oleh navigator handal asal Thailand, Jatuporn Burakitpachai. Kolaborasi lintas negara ini menjadi salah satu kunci keberhasilannya.
Tb Adhi bertarung di kelas T1D, yaitu kelas bebas untuk kendaraan bermesin diesel full modifikasi, yang menjadi kelas paling bergengsi dan kompetitif.
Tantangan Berat di AXCR 2025
Asia Cross Country Rally 2025 merupakan edisi ke-30 dari ajang reli lintas alam bergengsi ini. Kompetisi ini diikuti oleh 91 peserta dari berbagai negara, termasuk Thailand, Indonesia, Jepang, Taiwan, India, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, hingga Australia.
Ada lima kelas utama yang dipertandingkan, yaitu T1D, T1G, T2D, T2A-D, dan T1E. Jarak tempuh yang mencapai 2.300 kilometer di wilayah Thailand menawarkan medan yang sangat bervariasi dan tidak mudah diprediksi.
Sepanjang reli, Tb Adhi secara konsisten tampil dalam kelompok lima besar. Ia menorehkan posisi ke-1 pada leg ke-2, dan finis kuat di leg ke-5, 7, dan 8. Namun, leg ke-3 menjadi titik krusial, saat kendaraan mengalami kerusakan gardan depan, pecah ban, hingga insiden tergelincir ke sungai dari jembatan tanpa pagar. Meski demikian, ia tetap menyelesaikan leg tersebut dan bangkit di etape-etape berikutnya.