Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita berusia 58 tahun di China viral usai menghabiskan 62.000 yuan (Rp139 juta) untuk perawatan penghilang keriput.
Ia percaya bahwa tindakan itu bisa mencegah sang suami berselingkuh.
Advertisement
Wanita bermarga Cui asal Provinsi Henan, China tengah, mendatangi sebuah pusat terapi di kompleks perumahannya pada 11 Agustus lalu. Di sana, pemilik pusat terapi bersama seorang pelanggan lain membujuk Cui untuk mencoba layanan kecantikan di sebuah klinik operasi plastik terdekat.
Seorang dokter bedah mengatakan bahwa wajah Cui memiliki terlalu banyak keriput yang bisa membawa sial, dikutip dari laman SCMP, Selasa (26/8/2025).
Ia bahkan meyakinkan Cui bahwa garis kerutan di sekitar mata (crow’s feet) menandakan sang suami tengah berselingkuh, dan harus dihilangkan agar bisa memutus "hoki bunga persik" sang suami, istilah Tiongkok yang berarti keberuntungan dalam urusan asmara.
Dokter itu juga menyebut kerutan di antara alis Cui akan membawa kesialan bagi anak-anaknya, sementara hidungnya yang dianggap terlalu pesek diyakini menghalangi rezeki.
Cui mengaku tidak sempat berpikir panjang, karena staf klinik sudah mengambil ponselnya, memindai kode pembayaran, dan menyuruhnya memasukkan kata sandi. Tanpa sadar, ia telah membayar 62.000 yuan. Uang itu merupakan seluruh tabungannya, termasuk dana kuliah untuk cucunya.
Setelahnya, staf menyuntikkan filler asam hialuronat ke wajah dan leher Cui. Berdasarkan dokumen medis yang diperoleh Cui dan putrinya, ia menjalani lebih dari 10 prosedur dalam sekali perawatan.
Hasil Operasi Plastik
Namun, kondisi Cui justru memburuk malam harinya. Ia sulit membuka mulut untuk makan, mengalami sakit kepala, serta mual. Putrinya menuding klinik telah menipu ibunya dan menuntut pengembalian uang.
Seorang staf klinik yang tak mau disebutkan namanya menolak permintaan tersebut dan menyarankan mereka menempuh jalur hukum. Cui pun melaporkan kasus ini ke lembaga inspeksi kesehatan setempat dan kini menunggu hasil penyelidikan resmi.
Sejak 2019, China memang tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap industri medis, termasuk praktik kecantikan, untuk menekan iklan menyesatkan dan pungutan tak wajar. Beberapa rumah sakit bahkan telah didenda dan dihentikan operasinya.
Kasus Cui memicu perbincangan di media sosial.
"Sejujurnya, saya rasa prosedur yang dia jalani tidak berhasil. Keriputnya masih jelas terlihat," tulis seorang warganet.
"Banyak klinik kecantikan memanfaatkan takhayul orang China untuk menipu, dan ternyata berhasil," tulis warganet lain.