Israel Serang Ibu Kota Yaman, 6 Tewas dan 86 Terluka

Apa yang memicu Israel melancarkan serangan ke ibu kota Yaman? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 25 Agustus 2025, 10:04 WIB
Pasukan keamanan Israel memeriksa lokasi tempat proyektil yang ditembakkan oleh kelompok Houthi dari Yaman mendarat di area Bandara Internasional Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel, pada Minggu (4/5/2025). (Dok. AP/Ohad Zwigenberg)

Liputan6.com, Sanaa - Serangan udara Israel menghantam ibu kota Yaman, Sanaa, pada Minggu (24/8/2025) sebagai balasan atas tembakan rudal Houthi yang diarahkan ke Israel. Serangan ini merupakan yang terbaru dalam lebih dari setahun rangkaian serangan dan balasan langsung antara Israel dan militan Houthi di Yaman, yang merupakan dampak meluas dari perang di Gaza.

Militer Israel mengatakan target serangan termasuk sebuah kompleks militer yang menampung istana kepresidenan, dua pembangkit listrik, dan sebuah lokasi penyimpanan bahan bakar. Seorang pejabat kesehatan Houthi mengonfirmasi di platform media sosial X bahwa serangan ini menewaskan enam orang dan melukai 86 lainnya.

"Serangan dilakukan sebagai tanggapan atas berulangnya serangan oleh rezim teroris Houthi terhadap Negara Israel dan warganya, termasuk peluncuran rudal permukaan-ke-permukaan dan UAV (drone) ke wilayah Israel dalam beberapa hari terakhir," kata militer Israel seperti dilansir CNA.

Pada Jumat (22/8), pihak Houthi mengatakan mereka telah menembakkan sebuah rudal balistik ke arah Israel, yang mereka sebut sebagai bentuk dukungan untuk rakyat Palestina di Gaza. Seorang pejabat Angkatan Udara Israel mengatakan pada Minggu bahwa rudal itu kemungkinan besar membawa beberapa sub-munisi yang dimaksudkan untuk diledakkan saat mengenai sasaran.

"Ini adalah pertama kalinya jenis rudal semacam ini diluncurkan dari Yaman," kata pejabat itu.

Menurut Arab News, militer Israel mengatakan pada Jumat bahwa rudal yang diluncurkan dari Yaman kemungkinan besar terpecah di udara setelah sirene serangan udara berbunyi di beberapa wilayah di Israel. Tidak ada laporan cedera atau korban jiwa di Israel.

Solidaritas untuk Gaza Berlanjut

Kiprah kelompok Houthi menyita perhatian publik usai mendeklarasikan blokade terhadap kapal laut yang menuju Israel di Laut Merah. Blokade itu diklaim hanya akan berakhir jika Israel mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. (AP Photo)

Sejak perang Israel melawan kelompok militan Palestina Hamas di Gaza pecah pada 7 Oktober 2023, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Mereka menyebut serangan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Mereka juga kerap menembakkan rudal ke arah Israel, sebagian besar berhasil dicegat. Israel menanggapi dengan serangan ke wilayah-wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, termasuk pelabuhan vital Hodeidah.

Abdul Qader al-Murtada, seorang pejabat senior Houthi, mengatakan pada Minggu bahwa kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar populasi Yaman, akan terus bertindak dalam solidaritas dengan rakyat Palestina di Gaza.

"(Israel) harus tahu bahwa kami tidak akan meninggalkan saudara-saudara kami di Gaza, apa pun pengorbanannya," ujarnya di X.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya