Ukraina Rayakan Hari Kemerdekaan ke-34, Ini Pesan Volodymyr Zelenskyy

Dalam pidatonya, Zelenskyy menekankan sejumlah hal. Termasuk wilayah yang dicaplok Rusia.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 24 Agustus 2025, 15:02 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama wawancara dengan FOX News Channel di Washington, Jumat (28/2/2025). (Dok.  AP/Jose Luis Magana)

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato khusus dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-34 negaranya, Sabtu (24/8). Pidato itu direkam di Maidan Nezalezhnosti, alun-alun bersejarah di jantung ibu kota Kyiv, tempat simbol perlawanan rakyat berdiri.

Dalam pesannya, Zelenskyy menekankan makna mendalam Hari Kemerdekaan, keteguhan rakyat Ukraina, serta pentingnya persatuan nasional dalam mempertahankan kedaulatan di tengah perang melawan Rusia.

Zelenskyy mengingatkan kembali bahwa Donetsk, Luhansk, dan Krimea tetaplah bagian dari Ukraina, meski saat ini berada di bawah pendudukan sementara, dikutip dari laman Mezha, Minggu (24/8/2025).

"Jarak ke kota-kota itu bukan lagi sekadar kilometer. Tanda-tanda jarak ini mengingatkan kita bahwa semua wilayah itu adalah Ukraina, rakyat kita ada di sana. Tidak ada pendudukan sementara yang bisa mengubahnya. Suatu hari nanti kita akan kembali bersama sebagai satu keluarga, sebagai satu negara. Itu hanya soal waktu," ujarnya.

Dalam pidatonya, Zelenskyy menekankan karakter bangsa yang kuat dan ketahanan yang tak tergoyahkan. Ia menggambarkan rakyat Ukraina sebagai pribadi dengan "tatapan yang tak pernah gentar" serta "tangan yang ditempa api dan waktu, namun tetap kuat, memegang perisai untuk melindungi diri."

Menurutnya, Ukraina siap melangkah menuju perdamaian, tetapi hanya dengan syarat keamanan dan kedaulatan tetap terjaga tanpa kompromi yang melemahkan negara.

 

Tekad untuk Tidak Bergantung pada Pihak Lain

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Cross Hall Gedung Putih Washington D.C, pada Senin (18/8/2025) (Dok. AFP/Andrew Caballero-Reynolds).

Zelenskyy juga menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menunggu "isyarat niat baik" dari negara lain. Sebaliknya, Ukraina akan menentukan jalannya sendiri, sembari memperkuat kerja sama dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat demi stabilitas dan keselamatan rakyatnya.

"Ukraina tidak menunggu niat baik dari pihak luar. Ukraina memiliki tekadnya sendiri untuk melakukan apa yang diperlukan bagi masa depannya," tegasnya.

Menutup pidatonya, Zelenskyy menegaskan bahwa kemerdekaan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa Ukraina. Ia berjanji bahwa meski menghadapi tantangan besar, Ukraina akan terus berdiri bersama mitra internasionalnya untuk mempertahankan kebebasan dan kedaulatan di panggung dunia.

Infografis 1 Tahun Perang Rusia - Ukraina, Putin Tangguhkan Perjanjian Senjata Nuklir dengan AS. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya