Kanye West Luncurkan Token YZY di Solana, Valuasi Tembus Rp 52,11 Triliun

YZY Money hadir dengan YZY Token, Ye Pay, dan YZY Card. Kanye West tantang sistem keuangan tradisional lewat kripto.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Agustus 2025, 10:00 WIB
Kanye West. (dok. Matt Winkelmeyer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kanye West, yang kini lebih dikenal sebagai Ye, resmi merambah dunia kripto dengan meluncurkan token baru bernama YZY di jaringan blockchain Solana. Pengumuman proyek ini disampaikan langsung pada 21 Agustus melalui akun X miliknya.

Kanye West menyebut YZY sebagai fondasi “ekonomi baru yang dibangun di atas rantai.”

Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (22/8/2025), peluncuran memecoin ini langsung memicu antusiasme besar di pasar. Valuasi YZY bahkan sempat melonjak hingga USD 3,2 miliar atau sebesar Rp 52,11 triliun (estimasi kurs Rp 16.285 per USD) sebelum turun mendekati YSD 1,3 miliar atau Rp 21,17 triliun pada saat berita ini ditulis.

YZY bukan sekadar token, melainkan bagian dari ekosistem YZY Money, yang mencakup layanan pembayaran kripto bernama Ye Pay dan YZY Card. Keduanya dirancang untuk mendukung transaksi global menggunakan YZY maupun USD Coin (USDC).

Menurut Ye, proyek ini bertujuan menantang dominasi sistem keuangan terpusat dengan menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah dibandingkan kartu kredit tradisional. Dengan demikian, YZY diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, melainkan juga pilar baru bagi adopsi mata uang digital.

 

Mekanisme anti-Sniping

Kanye West. (AP Photo/Ashley Landis, File)

Distribusi token YZY diatur melalui beberapa skema, mulai dari alokasi publik, cadangan likuiditas, hingga tahap vesting jangka panjang yang dikelola Yeezy Investments LLC. Untuk memastikan transparansi, proses vesting dilakukan langsung di blockchain menggunakan Jupiter (JUP) Lock, sebuah protokol yang sudah diaudit di jaringan Solana.

Menariknya, YZY menerapkan mekanisme anti-sniping. Proyek ini menyebarkan 25 alamat kontrak pintar, dengan hanya satu yang dipilih secara acak sebagai kontrak resmi. Sistem ini dimaksudkan agar bot otomatis tidak bisa mendominasi pasar sejak awal perdagangan, sehingga memberi peluang yang lebih adil bagi investor ritel.

Kendati begitu, sejumlah analis blockchain menyoroti adanya pola aktivitas tidak biasa. Menurut laporan Lookonchain, beberapa dompet internal tampak sudah mengetahui kontrak asli sebelum publik, yang menimbulkan tanda tanya mengenai keadilan distribusi token ini.

 

Sudah Bisa Dibeli Platform Meteora

Kanye West. (Evan Agostini/Invision/AP, File)

Salah satu indikasi yang memicu perdebatan adalah temuan bahwa sebuah dompet mencoba membeli YZY sehari sebelum peluncuran resmi. Hal ini menimbulkan keraguan terkait keterbukaan akses bagi seluruh trader.

Meski demikian, YZY tetap berhasil menarik perhatian besar. Token ini sudah bisa diperdagangkan di platform Meteora, sebuah layanan likuiditas di ekosistem Solana. Proyek YZY sendiri menyediakan pool resmi untuk memastikan kelancaran perdagangan.

Namun, fluktuasi harga yang sangat tajam pada hari pertama memperlihatkan risiko yang melekat pada token kripto, terlebih yang didukung figur publik seperti Kanye West. Antusiasme pasar yang tinggi dapat membuka peluang keuntungan, tetapi sekaligus menambah volatilitas.

Dengan langkah ini, Kanye West resmi bergabung dengan daftar selebritas dunia yang terjun ke pasar kripto. Ke depan, pasar masih menunggu apakah YZY akan menjadi sekadar tren sesaat, atau benar-benar berkembang menjadi pilar ekosistem pembayaran digital global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya