Streamer Prancis Jean Pormanove Tewas Saat Siaran Langsung, Penyebab Kematian Masih Jadi Misteri

Bagaimana tanggapan dari otoritas Prancis setelah kematian Jean Pormanove viral di media sosial?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 21 Agustus 2025, 13:11 WIB
Raphael Graven atau yang dikenal dengan nama Jean Pormanove, ditemukan tewas saat melakukan live streaming di Prancis (Dok. Instagram/Jean Pormanove).

Liputan6.com, Paris - Seorang pria asal Prancis bernama Raphael Graven, dikenal dengan Jean Pormanove, dilaporkan tewas saat melakukan siaran langsung di platform Kick. Kasus ini kini tengah diselidiki otoritas setempat.

Pria berusia 46 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya di Desa Contes, dekat Nice, pada Senin (18/8/2025).

Dikutip dari laman The Guardian, Kamis (21/8), jaksa telah memerintahkan autopsi dan membuka penyelidikan resmi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Menteri Muda Kecerdasan Buatan dan Teknologi Digital Prancis, Clara Chappaz, menyebut Pormanove kerap muncul dalam siaran di platform Kick yang menampilkan dirinya menjadi sasaran kekerasan maupun penghinaan dari rekan sesama streamer.

"Kematian Jean Pormanove dan kekerasan yang dialaminya sungguh mengerikan," tulis Chappaz di platform X.

Pihak Kick Prancis menyatakan siap bekerja sama dengan aparat hukum.

Mereka juga melakukan peninjauan ulang terhadap konten berbahasa Prancis, serta memblokir akun semua rekan streamer yang terlibat dalam siaran langsung tersebut.

Kasus ini juga telah dirujuk ke regulator komunikasi digital dan audiovisual Prancis (Arcom), serta dilaporkan ke portal Pharos—saluran resmi untuk melaporkan konten internet ilegal. Chappaz menegaskan Kick harus bertanggung jawab.

"Tanggung jawab platform daring atas penyebaran konten ilegal bukanlah pilihan, melainkan kewajiban hukum," ujarnya.

Sementara itu, pengacara salah satu rekan streamer, Yassin Sadouni, menyebut adegan kekerasan dalam video tersebut hanyalah rekayasa. Namun, media Prancis menayangkan cuplikan panjang yang menunjukkan Pormanove dipukuli, dihina, dicekik, disiram cat, hingga ditembak dengan paintball.

Hingga kini belum jelas apakah Pormanove secara sukarela terlibat dalam aksi tersebut atau berada di bawah tekanan, maupun apakah semua adegan benar-benar nyata atau hanya rekayasa.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya