Liputan6.com, Jakarta Peta musik rock Asia Tenggara diramaikan kehadiran Fearless, band yang beranggotakan musisi papan atas Indonesia dan Malaysia seperti Fathan (CrossX), Edo Widiz (Voodo), Arya Setyadi (Godbless), dan Rere (Grass Rock). Mereka siap memulai perjalanan di kancah internasional.
Meski terbilang baru, Fearless tak buang waktu untuk unjuk gigi. Mereka langsung menggebrak dengan merilis tiga single berbahasa Inggris secara serentak dan dipastikan jadi salah satu penampil di festival Rock in the Jungle 2.0, di Kuching, Sarawak, Malaysia, pada akhir Agustus 2025.
Advertisement
Nama Fearless lahir dari ketidaksengajaan yang justru makin memantapkan langkah mereka. Vokalis Fathan menceritakan ide brilian di balik pemilihan nama band yang terdengar gagah.
"Untuk nama sebenarnya enggak sengaja. Kalau dilihat inisial nama kita, idenya dari Edo. F untuk Fathan, E-nya Edo, A-nya Arya, R-nya Rere. Fear, kan? Tapi masa kita band takut. Kita tambahkan less, jadinya siapa takut, Fearless," kata Fathan lalu tertawa di Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2205).
Voodoo di Indonesia, CrissX di Malaysia
Terbentuknya Fearless berawal dari pertemuan musikal yang terjadi di panggung Rock in the Jungle edisi pertama pada 2024. Saat itu, Edo berkolaborasi dengan Fathan, vokalis dari band CrissX asal Malaysia. Berawal sebagai additional player, Edo justru dipinang menjadi personel CrissX.
"Terus saya mikir, kalau saya ada Voodoo di Indonesia, ada CrissX di Malaysia, kenapa enggak dua negara. Akhirnya saya bilang kita bikin yuk, Indonesia-Malaysia," ungkap Edo.
Pengalaman Luar Biasa
Berbagai kemudahan yang mengiringi seolah menjadi pertanda semesta mendukung eksistensi Fearless. Apalagi bergabungnya Rere dan Arya menjadi bagian dari band ini juga terbilang mulus.
"Buat saya jadi pengalaman luar biasa. Apalagi lihat materinya. Jadi begitu ditawari, sudah dapat materi lagu. Itu lagu Arya, masih dalam bentuk demolah. Wah, keren nih," ungkap Rere.
Fearless Menunjukkan Keseriusan
Fearless menunjukkan keseriusan dalam berkarya dengan merilis lima lagu sekaligus, visinya merambah pasar global. Terbukti lagu mereka yang berjudul "Nothing Gets Enough" berhasil menarik perhatian perwakilan BMG kawasan Asia.
"Saya punya kawan di Serawak, Malaysia. Singkat cerita dia ditunjuk BMG Jerman untuk jadi BMG Asia. Karena kawan, saya sodori lagu ke dia, dan dia tertarik, apalagi lagu 'Nothing Gets Enough'. Tinggal tunggu appointment BMG ke dia dan dia ke kita," ucap Fathan.