Kreatif, Portal di Lampung Pakai Finger Print Saking Maraknya Pencurian Motor

Sebelum ada portal, akses masuk wilayah itu terbuka tanpa pengawasan.

oleh Ardi MuntheDiperbarui 20 Agustus 2025, 20:24 WIB
Program portal dengan sistem sidik jari di RT 011, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung. Foto : (Liputan6.com/Ardi)

Liputan6.com, Jakarta- Warga RT 011, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, membangun portal akses berbasis sidik jari (finger print) untuk mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor. Inovasi itu berpotensi menjadi percontohan kampung anti curanmor di Provinsi Lampung.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan menilai langkah warga tersebut sebagai bentuk kesadaran kolektif menjaga keamanan lingkungan.

“Saya senang sekali, ini kreatif. Ada sinergi pak lurah, RT, Bhabinkamtibmas, sampai mahasiswa KKN Unila yang ingin menjadikan RT 011 sebagai kampung anti curanmor,” kata Indra di Kelurahan Gunung Sari, Rabu (20/8/2025).

Indra menyebut, sebelum ada portal, akses masuk wilayah itu terbuka tanpa pengawasan. Kini, portal hanya dapat diakses warga yang telah mendaftarkan sidik jarinya. Kamera pengawas juga terpasang di sejumlah titik strategis.

“Ini bisa dicontoh oleh lingkungan lain. Jika diterapkan luas, angka curanmor bisa turun drastis,” jelas dia.

Awal Muncul Ide Portal Sidik Jari

Lurah Gunung Sari, Uun SW, menyebut inovasi tersebut merupakan penyempurnaan dari program keamanan yang sudah ada sebelumnya. Dia bilang, keterlibatan mahasiswa KKN Unila membuat sistem lebih modern dan efektif.

“Awalnya portal digembok, lalu ditingkatkan dengan fingerprint agar lebih praktis dan aman,” kata Uun.

Ketua RT 011, Edi Herwanto, menjelaskan ide portal sidik jari berawal dari keresahan warga setelah beberapa kali kehilangan sepeda motor.

Warga kemudian bergotong royong mengumpulkan biaya. Dari empat akses jalan, tiga sudah dipasangi portal digital, satu lainnya dalam tahap perencanaan.

Mahasiswa KKN Unila, Satriawan mengatakan ide itu muncul setelah mendengar keluhan warga yang pernah kehilangan dua motor sekaligus dalam satu malam.

“Kami berkolaborasi dengan warga untuk menyempurnakan sistem ini,” katanya.

Marsidi, salah satu warga, menyambut baik langkah tersebut. “Sistem fingerprint ini menambah rasa aman. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus pencurian,” ucapnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya