Liputan6.com, Jakarta Arsenal berhasil membuka musim Premier League 2025/2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Manchester United di Old Trafford. Namun, sorotan justru mengarah pada striker anyar mereka, Viktor Gyokeres, yang gagal melepaskan satu pun tembakan sepanjang laga debutnya.
Gyokeres didatangkan dari Sporting CP dengan mahar fantastis £63,5 juta setelah tampil luar biasa musim lalu dengan torehan 55 gol dari 53 pertandingan. Harapan besar pun disematkan kepadanya untuk menjadi solusi di lini depan The Gunners.
Advertisement
Meski kemenangan diraih, performa Gyokeres menuai perdebatan di kalangan pundit Inggris. Jamie Carragher menilai Mikel Arteta kemungkinan takkan mengandalkan sang striker pada laga-laga besar, sementara Gary Neville menyebut Gyokeres lebih cocok sebagai 'pemain kejutan' alias impact player.
Pembelaan untuk Gyokeres
Namun, mantan penyerang Blackburn dan Celtic, Chris Sutton, memilih memberikan pembelaan. Menurutnya, terlalu dini untuk menghakimi striker asal Swedia tersebut hanya berdasarkan satu pertandingan.
“Orang-orang terlalu cepat membuat penilaian. Dia baru bermain satu jam di laga pertamanya,” ujar Sutton di program BBC Radio 5 Live.
“Dia sama sekali tidak mendapat suplai bola. Bukayo Saka bermain kurang maksimal, Gabriel Martinelli juga tidak banyak mencari dia. Jadi wajar jika Gyokeres kesulitan.”
Gyokeres Butuh Waktu
Sutton menambahkan, catatan gol Gyokeres di Liga Portugal maupun Liga Champions sudah cukup membuktikan kualitasnya. Namun, pemain 27 tahun itu tetap butuh waktu untuk beradaptasi di klub baru.
“Butuh waktu untuk membangun kombinasi dengan rekan setim. Semakin sering berlatih dan bermain bersama, pemahaman itu akan tumbuh,” tegasnya.
Bagi Arsenal, mendatangkan Gyokeres adalah langkah besar untuk mengatasi masalah ketajaman di lini depan yang kerap dikritik musim lalu. Meski debutnya belum memuaskan, mayoritas pihak percaya waktu akan menjadi kunci agar Gyokeres bisa menunjukkan tajinya di Premier League.
Sumber: BBC