IHSG Dibuka Menguat ke 7.882, Cek Deretan Saham yang Jadi Rekomendasi Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat 19,75 poin atau 0,25 persen ke posisi 7.882,70.

oleh Septian DenyDiperbarui 20 Agustus 2025, 09:27 WIB
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat 19,75 poin atau 0,25 persen ke posisi 7.882,70.

Dikutip dari Antara, Rabu (20/8/2025), sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,18 poin atau 0,02 persen ke posisi 815,41.

Potensi Pergerakan IHSG

Sebelumnya, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (20/8/2025). IHSG hari ini akan menguji posisi 8.025-8.102.

IHSG melemah 0,45% ke posisi 7.862 dan masih didominasi oleh tekanan jual, serta area koreksi minimal sudah tercapai pada perdagangan saham Selasa, 19 Agustus 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (3) pada label hitam.

“Hal tersebut berarti, masih terdapat ruang IHSG menguat menguji 8.025-8.102, tetapi tetap cermati akan ada koreksi jangka pendek ke retang 7.815-7.831,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.800,7.680 dan level resistance 8.008,8.103 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 7.800-8.000.

Rekomendasi SahamUntuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Rekomendasi Teknikal

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Spec Buy

Saham ADMR menguat 0,50% ke 1.015 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. "Selama ADMR masih mampu berada di atas 1.010 sebagai stoplossnya,  posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c] dari wave B," ujar Herditya.

Spec Buy: 990-1.010

Target Price: 1.025, 1.040

Stoploss: below 975

 

 

2.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness

Saham BBRI terkoreksi 1,94% ke 4.040 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. "Kami perkirakan, posisi BBRI saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [b]," kata Herditya.

Buy on Weakness: 3.930-4.040

Target Price: 4.160, 4.210

Stoploss: below 3.900

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Spec Buy

Saham BKSL bergerak flat ke 148 disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, selama masih mampu berada di atas 146 sebagai stoplossnya,  posisi BKSL saat ini  berada di awal wave [v] dari wave 5.

Spec Buy: 147-148

Target Price: 161, 175

Stoploss: below 146

 

4.PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Buy on Weakness

Saham ERAA menguat 1,33% ke 458 dan masih didominasi oleh volume pembelian. "Kami perkirakan, posisi ERAA saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B)," kata dia.

Buy on Weakness: 434-448

Target Price: 470, 494

Stoploss: below 418

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya