Liputan6.com, Jakarta Musim baru sudah dimulai, tapi Barcelona masih menghadapi pekerjaan rumah besar terkait pendaftaran pemain. Dua nama, yakni Wojciech Szczesny dan Gerard Martin, belum bisa resmi masuk daftar skuad utama. Kondisi ini memaksa klub untuk terus mencari cara agar neraca keuangan tetap seimbang.
Salah satu langkah paling signifikan adalah melepas pemain dan melakukan restrukturisasi kontrak. Dengan strategi ini, Barcelona berharap bisa menekan beban gaji sekaligus menambah ruang dalam aturan keuangan La Liga. Hasilnya, ada sejumlah pemasukan segar sekaligus penghematan yang sudah tercatat.
Advertisement
Laporan terbaru dari MARCA merinci bagaimana manuver transfer Barcelona musim panas ini memberi dampak langsung ke keuangan klub. Dari penjualan permanen hingga pemanfaatan klausul penjualan, Blaugrana cukup lihai menambal kas. Kini pertanyaannya, seberapa besar sebenarnya penghematan yang sudah mereka dapat?
Pemasukan dari Penjualan Pemain
Penjualan pemain utama menjadi sumber dana terbesar Barcelona musim panas ini. Pau Victor dilepas ke Braga seharga €12 juta (sekitar Rp212 miliar), sementara Pablo Torre bergabung dengan Mallorca dengan nilai €5 juta (sekitar Rp88 miliar).
Alex Valle juga resmi hengkang ke Como setelah klub Italia itu mengaktifkan klausul pelepasan senilai €6 juta (sekitar Rp106 miliar). Dari tiga nama ini saja, Barcelona sudah mengantongi pemasukan signifikan untuk memperbaiki neraca keuangan.
Tak hanya dari skuad utama, tim cadangan juga menyumbang dana. Sergi Dominguez dijual €1,2 juta (sekitar Rp21 miliar), Noah Darvich dilepas €1 juta (sekitar Rp18 miliar), dan Alex Collado menghasilkan €0,5 juta (sekitar Rp9 miliar). Total dari akademi, kas bertambah €2,7 juta (sekitar Rp47 miliar).
Efek Pemangkasan Gaji dan Kontrak
Selain penjualan, penghematan datang dari pemangkasan gaji pemain. Clement Lenglet sepakat mengakhiri kontraknya sebelum bergabung dengan Atletico Madrid, sementara Ansu Fati dipinjamkan ke AS Monaco. Kedua langkah ini ikut meringankan beban gaji yang menekan klub.
Penghematan makin terasa dengan kepergian Inigo Martinez yang pindah gratis ke Al Nassr. Jika dijumlahkan, langkah ini membantu Barcelona mengurangi beban sekitar €25 juta (sekitar Rp442 miliar).
Tak berhenti di situ, Jules Kounde memperpanjang kontrak dengan skema baru yang lebih ramah terhadap aturan keuangan. Hal ini semakin menegaskan bahwa strategi Barcelona bukan hanya soal penjualan, tapi juga restrukturisasi internal.
Bonus dari Klausul Penjualan dan Hak Pemain
Barcelona juga cerdas memanfaatkan klausul penjualan. Saat Jean-Clair Todibo pindah ke West Ham, Blaugrana mendapat jatah €7,8 juta (sekitar Rp138 miliar). Tambahan lain datang dari transfer kecil seperti Ilaix Moriba, Ferran Jutgla, dan Mika Marmol yang menyumbang €2,7 juta (sekitar Rp47 miliar).
Keuntungan besar juga hadir dari penjualan sisa hak atas Francisco Trincao. Dari kesepakatan itu, Barcelona mengantongi €11 juta (sekitar Rp194 miliar). Semua ini menjadi bukti bahwa klub tak hanya bergantung pada transfer utama.
Kini, fokus berikutnya adalah melepas Oriol Romeu dan mencari klub peminjam bagi Inaki Pena. Jika hal ini berhasil, Barcelona bisa segera mendaftarkan Szczesny sebelum pertandingan berikutnya, menyelesaikan salah satu masalah utama awal musim.
Sumber: MARCA, Barca Universal