Anggota DPR Dapat Tunjangan, Begini Kondisi Terkini Kompleks Rumah Dinas DPR

Rumah Dinas DPR di Jalan Deper Raya, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, kini dijaga ketat. Dua barrier dan satu cone oranye memalang jalan, sementara seorang sekuriti terus menatap setiap orang yang melintas.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 20 Agustus 2025, 06:30 WIB
Potret Kondisi Terkini Perumahan Dinas Anggota DPR di Jalan Deper Raya, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Tembok besar bercat putih dengan atap melengkung berdiri kaku di Jalan Deper Raya, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Dua barrier dan satu cone berwarna oranye dipasang tegak, memalangi jalan. Di baliknya, seorang petugas sekuriti duduk di kursi panjang. Tatapannya awas, tak pernah lepas dari siapa pun yang melintas.

Di kompleks ini, hanya dua titik yang masih nampak aktifitas, yakni masjid dan TK Anak Bangsa. Namun tak ada tamu yang bisa melangkah tanpa izin.

Meski, mereka hanya ingin salat atau mengambil uang di ATM yang ada di area itu. Setiap kali ada yang datang, satpam selalu bertanya keperluan.

Padahal dulu, warga sekitar masih bebas jogging di area ini, namun kini sudah dilarang total. Area itu kini benar-benar dijaga sejak rumah dinas ditingggal penghuni pada Oktober 2024, usai pelantikan anggota DPR baru. Aliran listrik pun diputus PLN.

Jam sepuluh malam, suasana gelap gulita. Puluhan rumah dari Blok A sampai Blok F kini seperti bangunan mati. Dindingnya masih berdiri, tapi rumput liar mulai merayap. Tukang kebun terakhir berhenti 31 Desember 2024, kontraknya habis. Sejak itu, halaman dibiarkan terbengkalai.

 

Jumlah Sekuriti Berkurang

Potret Kondisi Terkini Perumahan Dinas Anggota DPR di Jalan Deper Raya, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Jumlah sekuriti pun berkurang. Dulu 33 orang berjaga sekali piket, kini tinggal 13 yang berjaga dengan sistem piket, shift pagi hingga pagi berikutnya. Rutinitas mereka hanya menjaga aset negara berupa bangunan dan inventaris di dalamnya.

Saat malam hari berada di sana, datang seorang kurir paket.

"Ada orang namanya Joe, Pak?” Bertanya.

“Oh iya, ada. Samping masjid ya," jawab sekuriti.

Tak lama, si kurir keluar lagi sambil gelisah. "Pak, kok enggak ada orangnya? Saya ngeri pak, gelap banget,” katanya. Sekuriti akhirnya mengantar ke alamat tujuan.

Dari luar, bangunan dua lantai itu hanya tampak tembok putih pucat dan jendela kaca yang gelap. Tak ada cahaya, tak ada tanda-tanda kehidupan. Tembok putih menjulang, dengan daun rambat kering menggantung di kawat besi.

Infografis Gaji hingga Tunjangan Anggota DPR Tahun 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya