Dua Debut Alonso di Real Madrid: Dari Lapangan Bersama Kaka dan Ronaldo ke Pinggir Lapangan Sebagai Pelatih

Alonso pernah menjalani debut pertamanya sebagai pemain di Bernabeu pada 2009, dalam sebuah musim panas penuh bintang.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 19 Agustus 2025, 18:43 WIB
Pada tahun 2009, Xabi Alonso memutuskan hijrah ke Real Madrid. Bersama El Real, Alonso kian dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia dengan sederet trofi bergengsi untuk Los Blancos. (AFP/Gerard Julien)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid akan memulai petualangan baru di musim 2025/2026 dengan laga kandang melawan Osasuna. Pertandingan di Santiago Bernabeu ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 20 Agustus 2025, pukul 02.00 WIB.

Perhatian bukan hanya tertuju pada duel pembuka La Liga, melainkan pada sosok di pinggir lapangan. Xabi Alonso akan menjalani debut resminya sebagai pelatih baru Los Blancos.

Bagi publik Madrid, momen ini terasa seperti kilas balik sejarah. Alonso pernah menjalani debut pertamanya sebagai pemain di Bernabeu pada 2009, dalam sebuah musim panas penuh bintang.


Musim Panas 2009: Kedatangan Alonso ke Bernabeu

Pemain Real Madrid, Karim Benzema (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya, Cristiano Ronaldo (kanan) dan Ricardo Kaka pada laga lanjutan Liga Spanyol 2012/2013 melawan Sevilla di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 9 Februari 2013.(AFP/Dominique Faget)

Pada Agustus 2009, Real Madrid resmi merekrut Xabi Alonso dari Liverpool. Nilai transfernya mencapai £30 juta, atau sekitar Rp600 miliar, menambah daftar belanja besar klub.

Kala itu, Madrid juga mendatangkan Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Kaka di jendela transfer yang sama. Musim panas tersebut dianggap sebagai salah satu revolusi terbesar dalam sejarah klub.

Alonso langsung menjadi andalan di lini tengah Madrid pada musim perdananya. Dengan peran sebagai gelandang bertahan, ia membawa keseimbangan bagi tim asuhan Manuel Pellegrini.


Alonso yang Konsisten di Lapangan

Striker Karim Benzema dan Xabi Alonso berbagi keceriaan pada saat Real Madrid mengalahkan Getafe 4-2 dalam partai lanjutan La Liga di Santiago Bernabeu, Madrid, 10 September 2011. AFP PHOTO/PIERRE-PHILIPPE MARCOU

Debut Alonso di Bernabeu bukan sekadar seremonial. Hampir di setiap laga penting La Liga maupun Liga Champions, namanya selalu masuk daftar starter.

Ia mencetak gol perdananya lewat titik putih melawan Villarreal pada Februari 2010. Dalam musim debut itu, Alonso mencatat tiga gol dan tampil sebagai salah satu pemain paling konsisten Madrid.

Kontribusinya membuat Madrid mengakhiri musim dengan 96 poin, rekor klub saat itu meski hanya finis di posisi kedua. Alonso dikenal sebagai otak permainan yang tenang, presisi, dan penuh wibawa di lapangan.


Pengakuan dan Julukan Baru

2. Xabi Alonso - Memulai karier di Real Sociedad dan mengakhiri perjalanannya bersama klub Jerman, Bayern Munchen. Xabi memenangi dua trofi Liga Champions, bersama Liverpool pada 2005 serta Real Madrid pada 2014. (AFP/Javier Soriano)

Penampilan Alonso di musim pertamanya segera mendapat apresiasi luas. Pembaca Marca menempatkannya di "Tim Terbaik La Liga" musim itu, berdampingan dengan Cristiano Ronaldo.

Media internasional pun ikut mengakui konsistensinya. ESPN Soccernet memilih Alonso sebagai salah satu gelandang terbaik, bahkan ia masuk nominasi "Gelandang Terbaik" di LFP Awards.

Di Spanyol, Alonso mendapat julukan "La Barba Roja" atau "Si Janggut Merah". Julukan itu menempel kuat pada dirinya sebagai simbol kepemimpinan dan keanggunan di lapangan.


Dari Pemain Jadi Pelatih Madrid

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berbicara dengan para pemainnya dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al Hilal di Miami Gardens, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Kini, 16 tahun setelah debutnya sebagai pemain, Alonso kembali ke Bernabeu dengan peran berbeda. Ia hadir sebagai pelatih utama, membawa filosofi sepak bola modern yang teruji di Bayer Leverkusen.

Debut keduanya ini disambut antusias publik Madrid yang merindukan sosok dengan ikatan emosional pada klub. Alonso dipandang bukan hanya pelatih, tetapi juga bagian dari warisan sejarah Real Madrid.

Pertandingan melawan Osasuna akan jadi ujian awal untuk membuktikan apakah Alonso bisa mengulang sukses, kali ini dari pinggir lapangan. Dua debut di klub yang sama, menegaskan ikatan istimewa Alonso dengan Real Madrid.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya