Gaspol! Ini Strategi Hansi Flick untuk Barcelona Pertahankan Gelar Juara La Liga

Hansi Flick ingin Barcelona langsung tancap gas di La Liga 2025/26. Meski menang lawan Mallorca, ia menuntut totalitas dan keunggulan awal atas Madrid serta Atletico.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 19 Agustus 2025, 16:41 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, bereaksi dalam laga persahabatan antara Barcelona dan FC Seoul di Stadion Piala Dunia Seoul, Seoul, Korea Selatan, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Barcelona, Hansi Flick, sudah menyiapkan rencana jelas untuk mempertahankan gelar La Liga musim 2025/2026. Misinya sederhana tapi ambisius: Menekan lawan sejak awal kompetisi, menjaga tempo tinggi, dan memastikan timnya cepat merangsek ke puncak klasemen.

Namun, Flick tidak sepenuhnya puas usai laga perdana melawan Mallorca. Meski timnya meraih tiga poin (menang 3-0), ia menilai para pemain terlalu santai setelah lawan mendapat dua kartu merah di babak pertama.

“Saya tidak suka pertandingan ini,” ujar Flick, yang menilai anak asuhnya hanya bermain di level 50% padahal ia menuntut komitmen penuh.


Rencana: Awal Cepat untuk Tekanan Mental

Pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak Lamine Yamal ke gawang Mallorca di Staion Son Moix, Minggu (17/8/2025) dini hari WIB. Barcelona menang 3-0 dalam laga jornada pertama La Liga 2025/2026. (JAIME REINA / AFP)

Flick menekankan pentingnya membangun momentum sejak pekan-pekan awal. Persaingan musim ini jauh lebih ketat setelah Real Madrid dan Atletico Madrid menggelontorkan hampir 400 juta euro untuk memperkuat skuad.

Namun, Barcelona punya keuntungan dari persiapan yang lebih stabil. Tidak seperti Madrid dan Atletico yang terganggu jadwal Piala Dunia Antarklub, Barca menikmati pramusim penuh di bawah kendali Flick.

Hasilnya langsung terasa: Kekalahan 1-2 Atletico dari Espanyol membuat Barca sudah unggul tiga poin dari tim Diego Simeone. Tinggal menunggu apakah Madrid bisa menjawab tekanan itu dalam laga kontra Osasuna.


Tekanan Konsistensi Musim Kedua

Situasi makin mudah bagi Barcelona setelah Mallorca dipaksa bertarung dengan sembilan pemain sejak babak pertama akibat dua kartu merah. (AFP/Jaime Reina)

Memasuki tahun keduanya di Camp Nou, Flick sadar efek kejutan dari musim lalu sudah hilang. Tantangan kini adalah menunjukkan otoritas dan konsistensi, memastikan Barcelona tetap jadi kekuatan dominan di Spanyol.

Kedatangan Joan Garcia di bawah mistar dan Marcus Rashford di lini depan menambah kedalaman skuad. Dengan rotasi cerdas, Flick yakin timnya bisa menjaga intensitas sepanjang musim.

Target utama jelas: Menciptakan jarak klasemen seawal mungkin dengan Madrid dan Atletico, sekaligus mengirim pesan bahwa Barcelona masih favorit utama untuk mempertahankan mahkota La Liga.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya