Liputan6.com, Jakarta Pelatih Barcelona, Hansi Flick, sudah menyiapkan rencana jelas untuk mempertahankan gelar La Liga musim 2025/2026. Misinya sederhana tapi ambisius: Menekan lawan sejak awal kompetisi, menjaga tempo tinggi, dan memastikan timnya cepat merangsek ke puncak klasemen.
Namun, Flick tidak sepenuhnya puas usai laga perdana melawan Mallorca. Meski timnya meraih tiga poin (menang 3-0), ia menilai para pemain terlalu santai setelah lawan mendapat dua kartu merah di babak pertama.
Advertisement
“Saya tidak suka pertandingan ini,” ujar Flick, yang menilai anak asuhnya hanya bermain di level 50% padahal ia menuntut komitmen penuh.
Rencana: Awal Cepat untuk Tekanan Mental
Flick menekankan pentingnya membangun momentum sejak pekan-pekan awal. Persaingan musim ini jauh lebih ketat setelah Real Madrid dan Atletico Madrid menggelontorkan hampir 400 juta euro untuk memperkuat skuad.
Namun, Barcelona punya keuntungan dari persiapan yang lebih stabil. Tidak seperti Madrid dan Atletico yang terganggu jadwal Piala Dunia Antarklub, Barca menikmati pramusim penuh di bawah kendali Flick.
Hasilnya langsung terasa: Kekalahan 1-2 Atletico dari Espanyol membuat Barca sudah unggul tiga poin dari tim Diego Simeone. Tinggal menunggu apakah Madrid bisa menjawab tekanan itu dalam laga kontra Osasuna.
Tekanan Konsistensi Musim Kedua
Memasuki tahun keduanya di Camp Nou, Flick sadar efek kejutan dari musim lalu sudah hilang. Tantangan kini adalah menunjukkan otoritas dan konsistensi, memastikan Barcelona tetap jadi kekuatan dominan di Spanyol.
Kedatangan Joan Garcia di bawah mistar dan Marcus Rashford di lini depan menambah kedalaman skuad. Dengan rotasi cerdas, Flick yakin timnya bisa menjaga intensitas sepanjang musim.
Target utama jelas: Menciptakan jarak klasemen seawal mungkin dengan Madrid dan Atletico, sekaligus mengirim pesan bahwa Barcelona masih favorit utama untuk mempertahankan mahkota La Liga.