Raihaanun Sebagai Najwa di Film Labinak, Mewakili Jutaan Orang di Dunia Yang Ingin Perbaiki Hidup

Raihaanun kembali ke genre horor lewat film Labinak: Mereka Ada Di Sini. Ia memerankan Najwa, guru sekaligus ibu satu anak penyintas kekerasan seksual.

oleh Wayan DianantoDiperbarui 18 Agustus 2025, 17:49 WIB
Raihaanun kembali ke genre horor lewat film Labinak: Mereka Ada Di Sini. Ia memerankan Najwa, guru sekaligus ibu satu anak penyintas kekerasan seksual. (Foto: Dok. Istimewa)

 

Liputan6.com, Jakarta Aktris peraih 2 Piala Citra Raihaanun kembali ke genre horor lewat film Labinak: Mereka Ada Di Sini. Selain Raihaanun, film karya sineas Azhar Kinoi Lubis ini diperkuat akting Arifin Putra, Giulio Parengkuan, Nayla D. Purnama, hingga Jenny Zhang.

Dalam film Labinak, Raihaanun memerankan Najwa, seorang ibu sekaligus guru yang mengalami berbagai hal buruk di masa lalu. Raihaanun menyebut Najwa karakter yang menjadi representasi bagi kebanyakan orang.

“Najwa mewakili jutaan orang di dunia ini yang hanya ingin memperbaiki hidup melalui satu-satunya jalan yang mereka tahu: pendidikan. Najwa juga memiliki harapan untuk putri tercintanya,” Raihaanun menjelaskan.

Dalam Labinak: Mereka Ada Di Sini, sistem sosial membuat Najwa dan anaknya membayar mahal untuk kehidupan yang lebih baik. Najwa, juga anaknya, jadi mangsa kelompok yang memiliki sumber daya seperti keluarga sekte Bhairawa.


Najwa, Guru Honorer yang Hidup Kekurangan

Raihaanun kembali ke genre horor lewat film Labinak: Mereka Ada Di Sini. Ia memerankan Najwa, guru sekaligus ibu satu anak penyintas kekerasan seksual. (Foto: Dok. Istimewa)

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Senin (18/9/2025), Raihaanun menyebut, Labinak: Mereka Ada Di Sini memperlihatkan bagaimana Najwa dan anaknya menghadapi teror. Bukan oleh hantu, melainkan manusia.

“Najwa, guru honorer yang hidup kekurangan dan jadi penyintas kekerasan seksual. Najwa pergi ke Jakarta demi masa depan lebih baik, tapi justru ia menjadi korban ritual kanibalisme dari keluarga sekte Bhairawa,” demikian Raihaanun mengulas karakternya.

 


Seram Sekaligus Penuh Makna

Suasana konferensi pers film Labinak: Mereka Ada di Sini di Jakarta, Agustus 2025. (Foto: Dok. Istimewa)

Diproduseri Prakash Chugani, Deepak Chugani, Dilip Chugani dan Sanjeev Bhalla, Labinak: Mereka Ada Di Sini bakal mengajak penonton merenungkan tentang realitas sosial lebih besar, dengan kemasan genre horor yang tak biasa.

“Kami ingin menyampaikan cerita seram sekaligus penuh makna. Menggabungkan folklor, ketidakadilan hidup yang nyata, dan kritik sosial lewat genre horor dalam kemasan baru, untuk menggugah pikiran penonton,” kata Dilip Chugani.


Gabungkan Horor Atmosferik dan Kedalaman Emosi

Poster film Labinak: Mereka Ada di Sini. (Foto: Dok. Anami Films)

Azhar Kinoi Lubis dipinang jadi sutradara bukan tanpa alasan. Ia dikenal berkat kemampuan menggabungkan horor atmosferik dengan kedalaman emosional genre drama. Dalam film Labinak, tiap teriakan, keheningan, bahkan bayangan membawa beban emosional.

“Dalam menggarap film Labinak, ada banyak detail yang harus dikerjakan. Dengan dedikasi dan kerja keras seluruh pemeran serta kru, semoga karya ini disukai penonton,” harap Azhar Kinoi Lubis. Labinak: Mereka Ada di Sini siap menghantui bioskop mulai 21 Agustus 2025.

infografis journal Kenapa Film Horor Banyak Diminati di Indonesia?. (Liputan6.com/Tri Yasni).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya