Liputan6.com, Jakarta - Tren penggunaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat, seiring dengan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Namun, meski tidak menggunakan mesin pembakaran dalam, roda empat bertenaga baterai ini tetap membutuhkan perawatan, terutama untuk sistem pengereman yang bekerja lebih berat karena torsi besar dan instan.
Sistem rem yang andal sangat penting untuk menjamin keselamatan. Pasalnya, torsi dari mobil listrik langsung tersalurkan ke roda saat pedal gas diinjak, sementara sebagian besar modelnya menggunakan transmisi otomatis yang minim efek engine brake.
Advertisement
Kondisi ini membuat rem bekerja ekstra keras sehingga cairan rem berperan penting agar sistem tidak gagal berfungsi.
"Sekarang, kami belajar dari perkembangan teknologi elektrifikasi untuk mendapatkan formula terbaik cairan rem, sehingga Prestone Brake Fluid sanggup memenuhi kebutuhan mobil listrik yang beredar di Indonesia," jelas Henry Sada, Direktur Utama PT Autochem Industry (AI), dalam keterangan resmi, Senin (18/8/2025).
Salah satu masalah yang kerap muncul di cairan rem adalah vapor lock, yaitu ketika cairan rem mendidih akibat suhu tinggi, mencapai 150 sampai 180 derajat Celcius.
Kondisi ini bisa menimbulkan uap air yang mengganggu tekanan hidraulis dan membuat pedal rem terasa hampa. Karena cairan rem bersifat higroskopis atau mudah menyerap air, titik didih dapat turun drastis jika tercampur air.
Misalnya, cairan rem Prestone Brake Fluid DOT 4 memiliki titik didih 265 derajat Celcius dalam kondisi baru, tetapi bisa turun menjadi 155 derajat Celcius bila terkontaminasi air 3 persen.
Cairan Rem Khusus Prestone
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Prestone menghadirkan cairan rem dengan formula khusus yang dirancang agar lebih tahan terhadap oksidasi dan mampu menjaga kadar air tetap rendah.
Produk ini diproduksi sesuai standar tropis Indonesia dengan kadar air di bawah ambang batas Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni 0,3 persen. Bahkan, berdasarkan pengujian di laboratorium PT AI menggunakan alat Karl Fischer yang berstandar internasional, kadar air pada cairan rem Prestone tetap terjaga meskipun disimpan hingga satu tahun.
"Cairan rem Prestone telah diproduksi dengan standar kualitas tinggi dan melalui quality control check di beberapa tahap produksi. Kami juga menggunakan alat laboratorium yang merupakan gold standard di dunia international seperti alat Karl Fischer untuk mengukur kadar air," tambah Henry.
"Alat ini tentunya lebih akurat daripada alat-alat yang ada di lapangan seperti test pen yang mengukur konduktivitas saja dan dikorelasikan dengan kadar air. Padahal banyak hal lain seperti aditif yang bisa mengubah konduktivitas di dalam cairan rem selain kadar air," tukas Henry.
Prestone Brake Fluid diyakini mampu memberikan perlindungan lebih lama dan menjaga performa rem tetap optimal, baik pada sistem rem cakram maupun tromol. Selain itu, produk ini juga mendukung fitur pengereman modern seperti ABS dan regenerative brake system yang banyak digunakan pada mobil listrik.