Pendapatan Multi Bintang Indonesia Naik 6% di Semester I 2025

Multi Bintang Indonesia berhasil mencatat kinerja kuat di semester I 2025 didorong oleh inovasi produk seperti Bintang Anggur Merah.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 Agustus 2025, 06:00 WIB
Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), bagian dari The Heineken Company, melaporkan kinerja keuangan yang kuat pada semester pertama 2025. Kinerja ini didorong oleh keunggulan portofolio produk, inovasi berkelanjutan, dan posisi dominan perusahaan di kategori bir lager dan bir rasa. Selain itu, komitmen terhadap keberlanjutan dan investasi di bidang digitalisasi juga menjadi faktor penting.

Di paruh pertama 2025, Multi Bintang Indonesia berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 1.472 miliar, meningkat 6% dari tahun sebelumnya. Laba kotor juga naik 5% menjadi Rp 867 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang solid dan berkelanjutan.

President Director Multi Bintang Indonesia Roland Bala menjelaskan, di tengah dinamika pasar yang terus berkembang dan tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, perusahaan bangga dengan capaian Multi Bintang Indonesia pada semester pertama ini.

"Pencapaian ini adalah bukti kekuatan brand ikonik kami, ketangkasan dan dedikasi karyawan kami, serta kemampuan kami untuk tetap fokus pada pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (18/8/2025). 

Untuk diketahui, Multi Bintang Indonesia identik dengan Bintang, merek bir ikonik yang telah dikenal luas di Indonesia, dan Heineken, merek bir premium yang mendunia. 

Strategi Pemasaran dan Inovasi Produk

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Multi Bintang Indonesia mencatat pertumbuhan pangsa pasar dan volume yang signifikan, yang turut mendorong pertumbuhan pasar bir secara keseluruhan. Kinerja ini terutama didorong oleh portofolio Bintang yang tangguh.

Secara spesifik, produk Bintang Anggur Merah dan Bintang Radler menunjukkan performa kuat, dengan volume masing-masing meningkat pada kisaran low-single-digit dan low-teens. Hal ini mencerminkan permintaan konsumen yang stabil terhadap rasa khas produk-produk tersebut.

Lebih jauh, perusahaan terus mendorong strategi premiumisasi melalui merek Heineken, yang berkontribusi pada pertumbuhan positif dengan mencatat pertumbuhan tahunan di kisaran tinggi digit tunggal.

Strategi ini diperkuat oleh penguatan distribusi di jalur pemasaran Batam.

 

Pemimpin Pasar

Ke depannya, Bintang akan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar bir di Indonesia. Strategi yang dijalankan adalah dengan fokus pada segmen konsumen utama melalui Bintang Pilsener, sambil memperluas pasar dengan produk seperti Bintang Crystal, Bintang Radler, Bintang Anggur Merah, serta inovasi terbaru, Bintang Arak Jeruk & Madu.

"Kami akan senantiasa memprioritaskan inovasi merek dan menjaga standar operasional yang unggul, sekaligus mempererat hubungan dengan konsumen melalui berbagai pengalaman yang berkesan," tambah Roland.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya