Diponegoro Hero Film Berbasis Kecerdasan Buatan Peringati 200 Tahun Perang Jawa, Bujet Rp200 Juta?

Di tengah viralitas film berbiaya Rp6,7 miliar, produser film AI Diponegoro Hero, King Bagus buka kartu soal biaya produksi yang konon hanya Rp200 juta.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 15 Agustus 2025, 18:30 WIB
Di tengah viralitas film berbiaya Rp6,7 miliar, produser film AI Diponegoro Hero, King Bagus buka kartu soal biaya produksi yang konon hanya Rp200 juta. (Foto: Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu yang mewarnai industri sinema Indonesia pada Agustus 2025 adalah Diponegoro Hero, film berbasis kecerdasan buatan alias AI tentang perjuangan Pangeran Diponegoro yang menyapa bioskop jelang HUT ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia.

Produser film Diponegoro Hero, King Bagus buka kartu soal biaya produksi film ini yang konon hanya ratusan juta rupiah. Pengakuan bujet produksi film AI ini bikin gempar di tengah rumor ada film berbiaya sampai Rp6,7 miliar.

“Lagi ramai bikin film dengan biaya besar, kami buat film ini dengan biaya Rp200 juta dalam satu bulan. Kami membentuk tim, mana yang cocok di perang, yang cocok di drama, yang cocok di kelahiran,” kata King Bagus.

Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa adalah film bertema pahlawan nasional yang sepenuhnya dibuat pakai teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence atau AI. Ini bukan tanpa tantangan.

 


Sangat Susah!

Diponegoro Hero sebuah film edukasi sejarah berbasis AI yang mengangkat perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa sekitar dua abad silam. (Foto: Dok. Mars Media)

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Jumat (15/8/2025), King Bagus mengaku menggarap proyek ini dengan efisiensi tingkat tinggi. Tantangan sebenarnya bukan di pendanaan alias biaya produksi.

“Membangun konsistensi untuk AI itu sangat susah. Banyak yang mengerjakan 8 detik, 16 detik, tapi ketika di-challenge 3 menit mereka tumbang. Nah, ini kami harus menjaga itu," King Bagus membeberkan.

 


Ungkap Tantangan Bikin Film Berbasis AI

Film berbasis kecerdasan buatan alias AI Diponegoro Hero ditayangkan dalam sesi khusus di bioskop Cinepolis Senayan Park, Jakarta, 14 Agustus 2025. (Foto: Dok. Istimewa)

“Boleh dilihat dari depan sampai belakang itu masih konsisten, musuhnya konsisten. Itulah tantangannya teknologi AI untuk dibikin film. Bayi itu di AI sulit sekali dimunculkan. Selain perang, begitu juga bahasa,” ia menyambung.

Terkait bahasa, ada Belanda, Jawa, dan Indonesia. Pengerjaannya harus presisi untuk meyakinkan penonton. Berdurasi 30 menit, film ini menyapa audiens dalam sesi pemutaran khusus di bioskop Cinepolis Senayan Park, Jakarta, 14 Agustus 2025.

 


Respons Cak Lontong Usai Menonton

Film berbasis kecerdasan buatan alias AI Diponegoro Hero ditayangkan dalam sesi khusus di bioskop Cinepolis Senayan Park, Jakarta, 14 Agustus 2025. (Foto: Dok. Istimewa)

King Bagus menambahkan, Diponegoro Hero juga bisa diakses secara resmi lewat platform usky.ai. Salah satu yang hadir dalam pemutaran film Diponegoro Hero di bioskop adalah Cak Lontong. Ia mengapresiasi Diponegoro Hero.

“Era kini sudah tidak mungkin lagi membendung karya-karya berunsur teknologi seperti AI. Saya rasa AI bukan ancaman di dunia film. Sekarang memang eranya teknologi AI termasuk penerapannya di dunia seni,” ujar Cak Lontong.

Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya