Prabowo Sikat Pengusaha Sawit Nakal: 3,1 Juta Hektare Lahan Diambilalih Negara!

Presiden Prabowo Subianto menegaskan telah merebut kembali lahan-lahan milik negara yang dikuasai korporasi sawit. Bahkan, penguasaan lahan itu langsung melibatkan TNI.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 15 Agustus 2025, 11:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dia mengungkapkan tujuan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya adalah masyarakat terlepas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan telah merebut kembali lahan-lahan milik negara yang dikuasai korporasi sawit. Bahkan, penguasaan lahan itu langsung melibatkan TNI.

Hal itu diungkap Prabowo dalam pidato pertama kenegaraannya di sidang tahunan MPR, Jumat (15/08/2025).

Di depan ratusan anggota MPR/DPR, Prabowo melaporkan, ada ribuan jutaan perkebunan kelapa sawit yang melanggar hukum. Menyimpang regulasi, bahkan ada yang membuat perkebunan di hutan lindung.

"Kami terbitkan Keppres Nomor 5 Tahun 2025 tentang penertiban kawasan hutan, hari ini saya melaporkan di majelis ini. Pemerintah RI, sudah menguasai kembali 3,1 juta hektare dari potensi 5 juta hektare lahan sawit yang dilanggar," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, ada 3,7 juta lahan kelapa sawit yang akan dikuasai oleh negara. Dari angkat tersebut, 3,1 sudah berhasil, sisanya sedang dalam proses pengambil alihan. 

Selain itu, Prabowo juga menambahkan, ada keputusan pengadilan yang sudah inkracht 18 tahun yang lalu. Kebun kelapa sawit harus disita, tapi tidak ada penegak hukum yang mau melaksanakannya.

"Saya tidak tahu mengapa, tapi saya sudah perintahkan kita telah menggunakan pasukan-pasukan TNI untuk mengawal kawasan kebun-kebun tersebut," tegas Prabowo. 

Selamatakan Kekayaan Negara

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dia mengungkapkan tujuan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya adalah masyarakat terlepas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pertama kalinya dalam HUT ke-80 RI di sidang tahunan MPR, Jumat (15/08/2025). Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung soal kekayaan Indonesia yang masih mengalir ke luar negeri.

Prabowo menilai, apabila hal tersebut dibiarkan terus menerus. Seperti badan yang kehilangan darahnya, maka negara ini berpotensi menjadi negara gagal.

"Kalau kekayaan mengalir keluar negeri kita biarkan terus merus, kita berpotensi jadi negara gagal," tegas Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo harus mengambil langkah konkret. Meskipun, hal itu sulit dilakukan karena harus melawan pihak-pihak tertentu.

"Walaupun itu sulit dan tidak populer bagi pihak tertentu saya harus mengambil langkah untuk menyelamatkan kekayaan negara untuk kepentingan bangsa kita hari ini dan esok," jelas Prabowo.

Ketum Gerindra ini juga menyinggung niat baik para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, M Sjahrir dan Haji Agus Salim.

"Semua sudah tertuang dalam UUD 45 saya yakin bangsa kita akan selamat, UUD 45 harus kita pelajari. Jangan menjadi mantra, jangan menjadi slogan hanya di bibir kita teriak terus," terang Prabowo.

Prabowo ingin UUD 1945 menjadi rancang bangun yang ampuh, nyata dan operasional untuk bangsa Indonesia. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya