Pidato Prabowo: Yang Kaya dan Besar Jangan Seenaknya, Saya Tidak Gentar, Saya Sita!

Presiden Prabowo kembali menyinggung yang dinamakan serakahnomic yang dilakukan segelintir orang. Prabowo akan menyita aset pengusaha nakal yang serakah dan melanggar hukum.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 15 Agustus 2025, 11:23 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka (tengah-kiri) saat tiba di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)/ Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Jakarta, pada Jumat (15/8/2025). (BAY ISMOYO/AFP/POOL)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikapnya tidak takut dengan segelintir orang kaya yang mencoba menguasai kekayaan Indonesia. Prabowo justru mengingatkan kaum elite negeri ini untuk tidak mengeruk kekayaan Indonesia untuk memperkaya diri sendiri.

“Selama saya menjadi Presiden Republik Indonesia, jangan anggap yang besar dan kaya bisa seenaknya. Kami tidak gentar dengan kekayaanmu, kekayaanmu dari rakyat Indonesia. Pemerintah saya tidak ragu untuk membela kepentingan rakyat,” tegas Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8).

 

Prabowo Subianto hadir didampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka. (Ajeng Dinar Ulfiana/POOL/AFP)

Prabowo: Kita Tidak Bisa Terima

Presiden Prabowo menuturkan, Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang besar. Kekayaan alam yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Namun, ada segelintir orang yang justru memanfaatkan Kondisi ini untuk memperkaya diri sendiri.

Dia mencontohkan sektor pangan. Ada kaum elite yang berupaya menguasai sektor pangan, termasuk beras, sehingga mengorbankan kepentingan rakyat.

“Apakah beras penting bagi negara? Menguasai hajat hidup orang banyak? Ada (tidak semua) pengusaha yang justru memanfaatkan kekuatan modal mereka untuk mendominasi dan memanipulasi kehidupan rakyat, ini tidak bisa kita terima,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Dia mengungkapkan tujuan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya adalah masyarakat terlepas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan.

Sita Aset Perusahaan Nakal

Kepala Negara menuturkan, pemerintah tidak akan berkompromi dengan pengusaha nakal yang mengorbankan kepentingan rakyat. Prabowo memastikan akan menindak tegas pengusaha yang memanipulasi dan melanggar aturan. 

Prabowo kembali meluapkan kemarahan terhadap pengusaha yang serakah dan memanipulasi kekayaan bangsa untuk dijual ke luar negeri.

“Saya pastikan perusahaan yang berani manipulasi dan melanggar akan kami proses hukum. Berdasarkan wewenang pada presiden, kami sita yang bisa kami sita. Kami selamatkan rakyat, kami bela kepentingan rakyat, kita pastikan rakyat tidak jadi korban serakahnomic. Korban dari mereka yang menipu dan mengorbankan rakyat dan membawa kekayaan keluar indonesia, kita hentikan,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya