Puan Ibaratkan Kekuasaan Seperti Cinta Segitiga: Kadang Pedih, Patah Hati Tapi Harus Move On!

Ketua DPR Puan Maharani mengibaratkan kekuasan seperti cinta segitiga yang rumit. Cinta segitia itu adalah aspirasi, anggaran dan aturan.

oleh Nanda Perdana PutraDelvira HutabaratLizsa EgehamWinda NelfiraDiperbarui 15 Agustus 2025, 13:47 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidatonya diacara sidang tahunan MPR-DPR RI, Jumat (15/8/2025). Puan menyinggung soal tambang Raja Ampat.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani mengibaratkan kekuasan seperti cinta segitiga yang rumit. Cinta segitia itu adalah aspirasi, anggaran dan aturan.

"Kekuasaan bukan untuk menakuti rakyat, melainkan untuk menyelesaikan urusan rakyat—meskipun sering kali urusannya rumit, ibarat cinta segitiga antara aspirasi, anggaran, dan aturan," kata Puan dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Meski rumit, kata Puan, cinta segitiga selalu menemukan jalan bagi bangsa dan negara. Menurut dia, cinta segitiga kadang menyebabkan patah hati, tetapi semua pihak harus cepat move on.

"Serumit-rumitnya “cinta segitiga” itu, selalu ada jalan untuk menemukan solusi terbaik bagi bangsa dan negara; walaupun kadang terasa pedih, patah hati; tetapi kita harus move on," ujar Puan.

Pemerintah Harus Mawas Diri

Puan juga mengingatkan, pemerintah untuk menggunakan kekuasaan yang dimiliki demi melayani dan membantu kepentingan rakyat.

"Pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya harus senantiasa mawas diri. Sebab kekuasaan sejatinya adalah untuk melayani, membantu, dan memberdayakanrakyat," tutup Puan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya