Liputan6.com, Jakarta - Gelaran UEFA Super Cup yang mempertemukan Paris Saint-Germain dengan Tottenham Hotspurs telah digelar pada Kamis (14/08/2025) dini hari tadi. Pertandingan yang digelar di Stadion Bluenergy, Italia tersebut dimenangkan oleh PSG lewat babak adu penalti.
Piala Super Cup sendiri seakan menjadi obat pelipur lara bagi skuad Les Parisiens, setelah sebelumnya mereka harus takluk pada final Piala Dunia Antarklub atas Chelsea.
Advertisement
Meski begitu, pelatih PSG Luis Enrique menyebut bahwa Spurs sebenarnya lebih layak untuk membawa pulang piala tersebut dibanding timnya.
“Saya pikir Tottenham pantas memenangkan pertandingan karena mereka sedang dalam performa terbaiknya,” ujar Enrique seusai laga berakhir.
Les Parisiens sendiri datang ke laga tersebut tanpa kiper terbaik mereka, Gianluigi Donnarumma yang telah dipinggirkan oleh Enrique dari skuad utama. Mereka mengandalkan rekrutan teranyar, Lucas Chevalier sebagai sosok utama di bawah mistar.
Dengan persiapan singkat, skuad PSG kini harus mengalihkan fokus mereka pada musim baru 2025/2026 yang akan mulai berlansung akhir pekan mendatang.
Minimnya Waktu Istirahat
Para pemain Paris Saint-Germain seakan tak mendapat tidur nyenyak sejak musim 2024/2025 berakhir. Mereka adalah salah satu tim yang memainkan pertandingan terbanyak di musim lalu, sebab berhasil lolos ke final pada semua turnamen yang mereka jalani.
“Kami baru berlatih selama enam hari, tapi terkadang sepak bola tidak adil,” terang Enrique mengisyaratkan keberuntungan timnya pada laga semalam.
Memang, Les Parisiens tampak begitu kesulitan untuk mencetak gol pada laga kontra Spurs. Mereka bahkan harus tertinggal terlebih dahulu sebelum bisa melesatkan dua gol pada 10 menit terakhir pertandingan.
“Saya harus katakan, kami sangat beruntung dalam 10 menit terakhir karena kami bisa mencetak dua gol,” sebut Enrique.
Puji Performa Apik Chevalier
Faktor kunci keberhasilan PSG merengkuh trofi Super Cup adalah karena performa apik kiper anyar mereka, Lucas Chevalier pada babak adu penalti. Ia berhasil menyelamatkan penalti ketiga The Lilywhites yang mana Micky van de Ven jadi algojo.
“Ini menunjukkan kepribadian yang besar (dari Chevalier),” kata Enrique. “Itu sangat penting untuk dimiliki jika Anda ingin bertahan di klub seperti PSG.”