Oleksandr Zinchenko Buka Suara Soal Musim Terburuk di Arsenal: Merasa Bukan Siapa-Siapa

Oleksandr Zinchenko menceritakan musim terburuknya di Arsenal, tergusur talenta muda dan jarang bermain meski fit sepanjang musim.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 14 Agustus 2025, 14:27 WIB
Pemain Arsenal Oleksandr Zinchenko melakukan selebrasi pada penghujung pertandingan sepak bola Liga Inggris saat melawan Burnley di Emirates Stadium, London, Inggris, Sabtu (11/11/2023). Arsenal menang 3-1. (AP Photo/Kin Cheung)

Liputan6.com, Jakarta Satu tahun lalu, Oleksandr Zinchenko masih menjadi starter di laga pembuka Arsenal melawan Wolves. Ia bahkan berperan dalam terciptanya gol pembuka Kai Havertz. Namun, hanya sepekan setelahnya, posisinya di tim utama lenyap begitu saja.

Pemain asal Ukraina itu tak lagi menjadi pilihan utama Mikel Arteta di Premier League hingga Desember. Padahal, masalah cedera yang kerap menghantuinya di musim sebelumnya sudah berhasil diatasi. Ia hanya mengalami gangguan minor pada betis di bulan September, namun selebihnya fit.

Dalam buku autobiografinya yang diperbarui berjudul Believe, Zinchenko mengungkap betapa sulitnya menerima kenyataan terpinggirkan. Musim 2024/2025 menjadi periode terburuk sepanjang kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Kisahnya tak hanya soal persaingan di lapangan, tapi juga dampak emosional bagi keluarganya. Dari tribun Emirates, putri kecilnya sempat bertanya mengapa sang ayah tak bermain, hanya duduk di bangku cadangan.


Zinchenko Tergusur Meski Sudah Fit

Pemain jebolan akademi Shakhtar Donetsk ini memutuskan hijrah ke Manchester City pada musim panas 2016. Setelah meraih kesuksesan besar bersama City, Oleksandr Zinchenko memulai petualangan baru dengan berlabuh ke Arsenal pada 2022 dengan biaya transfer sebesar 35 juta euro. (AFP/Glyn Kirk)

Zinchenko menjelaskan bahwa cedera bukan lagi alasan minimnya menit bermain. Ia sudah menjalani program khusus dari seorang spesialis untuk menguatkan betisnya. Hasilnya signifikan, membuatnya merasa lebih bugar dibanding musim-musim sebelumnya.

Meski demikian, ia hanya tampil sebagai starter di lima laga Premier League sepanjang musim. Situasi ini memaksanya menerima peran sebagai pemain pelapis, sesuatu yang diakuinya sangat sulit diterima.

“Pemain yang tidak bermain itu bukan siapa-siapa,” tulis Zinchenko. “Ketika manajer tidak lagi percaya, rasanya seperti ditolak. Meski duduk di bangku cadangan dengan gaji besar tetap sebuah privilese, tapi setiap pemain mulai bermain karena cinta pada permainan itu sendiri.”


Persaingan Ketat di Posisi Bek Kiri

Aksi striker Manchester United (MU), Rasmus Hojlund (kiri) saat dibayangi bek Arsenal Oleksandr Zinchenko dalam laga di Emirates Stadium, London, Minggu (3/9/2023) malam WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Musim panas 2024 menjadi titik awal persaingan baru bagi Zinchenko. Arsenal mendatangkan Riccardo Calafiori senilai £42 juta dan mempromosikan Myles Lewis-Skelly, talenta akademi yang berkembang pesat.

Lewis-Skelly langsung merebut posisi bek kiri utama. Zinchenko tidak menampik kualitas sang pemain muda. Bahkan, ia memberi selamat saat rekan setimnya itu dipanggil timnas senior Inggris pada Maret.

Ia menegaskan tidak pernah punya niat menjatuhkan rekan setim demi mempertahankan posisinya. “Saya akan selalu mendukung rekan setim saya, apapun yang terjadi. Itu bukan sifat saya untuk menjatuhkan orang lain,” tulisnya.

Lanjut Baca:

Meski kecewa, Zinchenko tetap menjaga sikap profesional di ruang ganti. Ia berusaha menciptakan suasana positif, melontarkan candaan, dan membantu tim dalam latihan, bahkan saat diminta bermain di posisi yang bukan keahliannya. Bagi Zinchenko, setiap sesi latihan adalah kesempatan untuk belajar dan membuktikan dirinya. Ia melihat kehadiran Lewis-Skelly sebagai tantangan yang mendorongnya untuk terus berkembang. Namun, ia juga realistis. Jika ada pemain yang lebih baik, maka keputusan pelatih untuk menurunkannya wajar adanya. Tugasnya adalah menjaga kepala tetap tegak dan fokus menatap masa depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya