Liputan6.com, Jakarta Marcus Rashford mengungkap pandangannya soal mengapa Manchester United tak lagi mampu meraih gelar Premier League sejak ditinggal Sir Alex Ferguson.
Penyerang berusia 27 tahun itu kini tengah menjalani masa pinjaman di Barcelona, namun mengaku masih terluka melihat keterpurukan klub yang dibelanya sejak kecil.
Advertisement
Dalam wawancara di The Rest is Football podcast, Rashford menilai MU terlalu sering mengambil langkah 'reaktif' ketimbang membangun fondasi jangka panjang.
Opini Marcus Rashford
Menurut Rashford, klub memang sempat memiliki pemain dan pelatih berkualitas, namun tanpa prinsip yang konsisten, sulit membentuk tim juara liga.
"Tim yang sukses punya prinsip jelas. Siapa pun pelatih atau pemain yang datang, harus selaras dengan prinsip itu," ujar Rashford.
"United kadang hanya fokus mengejar kemenangan cepat, tapi kurang memikirkan arah jangka panjang. Kalau arahnya terus berubah, mustahil konsisten juara liga." imbuhnya.
Saran Rashford
Sejak debut pada 2016, Rashford mencetak 138 gol dalam 426 penampilan sebelum hengkang ke Aston Villa pada Januari lalu, lalu dipinjamkan lagi ke Barcelona musim panas ini.
Rashford menilai MU perlu berani menjalani masa transisi sesungguhnya, meski itu berarti siap tidak mengangkat trofi selama beberapa tahun.
"Orang bilang MU sudah lama dalam masa transisi, tapi transisi sebenarnya belum dimulai. Lihat Liverpool, mereka rekrut Klopp dan sabar. Awalnya tidak langsung juara, tapi akhirnya sukses karena punya rencana dan konsisten," tegasnya.
Kritik Rashford
Lebih lanjut, Rashford juga menyindir kebiasaan klub yang kerap gonta-ganti manajer dan strategi.
"Kalau ide dan arah selalu berubah, hasilnya malah terjebak di zona abu-abu—tidak maju, tapi juga tidak mundur jelas," tutupnya.
Sumber: The Rest Is Football