Liputan6.com, Jakarta Di balik hiruk-pikuk ibu kota, terdapat kawasan Menteng yang sudah dikenal sebagai kawasan elite. Di sinilah Marshanda menetap, menempati sebuah rumah mewah nan luas milik sang kakek, yang kini ia huni. Arsitekturnya mengusung konsep town house.
Namun, siapa sangka di balik kemegahan eksteriornya, ruang tamu rumah ini justru tampil sederhana, hangat, dan fungsional. Alih-alih dijejali ornamen mahal berlebihan, Marshanda memilih nuansa yang nyaman dan ramah tamu. Perpaduan desain tropis dan sentuhan boho ringan menjadi identitas ruangan ini, membuat siapapun yang masuk merasa betah sekaligus terpikat oleh keunikan gayanya.
Advertisement
Pintu Utama Rumah Marshanda dengan Desain Klasik
Pintu utama rumah Marshanda menampilkan desain kayu klasik dengan warna cokelat hangat yang memberikan kesan ramah dan elegan. Bentuk pintu ganda yang kokoh sekaligus fungsional ini langsung memisahkan area luar dan ruang tamu, menciptakan privasi tanpa mengurangi akses cahaya alami yang masuk ke dalam rumah.
Saat dibuka, pintu ini menuntun pandangan langsung ke ruang tamu yang sederhana namun stylish, dengan kombinasi warna lembut dan sofa berwarna cerah yang menambah kesan hangat. Kehadiran pintu kayu besar ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sebagai elemen estetika yang menegaskan karakter rumah Marshanda yang nyaman dan mengundang.
Dinding Tropis Jadi Fokus Utama
Pada potret pertama, karakter ruangan langsung dibentuk oleh wallpaper motif daun tropis bernuansa hijau tua–muda yang ritmis, menghadirkan kesan sejuk dan segar sekaligus menjadi focal wall di belakang area duduk.
AC diletakkan menyatu pada bidang drop ceiling sehingga terlihat rapi, sementara tiga dekor makramé krem vertikal menggantung simetris untuk memecah pola daun yang rapat dan memberi aksen boho yang lembut.
Lampu Gantung dan Jendela Berkisi yang Curi Perhatian
Lampu gantung sputnik berwarna emas menghadirkan sentuhan glam dan menjadi penyeimbang kemewahan di tengah pilihan furnitur yang sederhana, sehingga ruang tamu tetap terasa “naik kelas” tanpa perlu dekor masif.
Sebelah kanan ruangan menampilkan jendela besar dengan pola kisi berlian yang dibalut tirai abu, memaksimalkan cahaya alami sekaligus menjaga privasi dan membuat warna furnitur lebih hidup saat terkena sinar.