Presiden IDN-U Herry Utomo: Diaspora Jadi Aset Luar Biasa bagi Kemajuan Indonesia

Isu apa saja yang dibahas dalam Diaspora Global Summit 2 di tahun ini?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 12 Agustus 2025, 18:35 WIB
Presiden Indonesian Diaspora Network-United (IDN-U) Prof. Herry Utomo pada Selasa (12/8/2025) di JS Luwansa Hotel Jakarta mengatakan, lebih dari 100 pembicara nasional dan internasional hadir di Diaspora Global Summit 2 (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Indonesian Diaspora Network-United (IDN-U), Prof. Herry Utomo, menegaskan pentingnya peran diaspora Indonesia dalam mendorong pembangunan nasional. Hal itu ia sampaikan pada Diaspora Global Summit 2 yang digelar di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Prof. Herry mengatakan, saat ini terdapat lebih dari delapan juta diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Mereka berkiprah di beragam sektor, mulai dari pendidikan, teknologi, kesehatan, ekonomi, hingga seni dan budaya. Potensi ini, menurutnya, merupakan aset luar biasa yang dapat menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia, jika dioptimalkan bersama potensi yang ada di dalam negeri.

"Tahun ini kami mengangkat tema Connecting Global Talent with Home -- sinergi talenta diaspora untuk masa depan Indonesia. Dan titik mulainya adalah hari ini," ujarnya.

Melalui forum ini, IDN-U membuka ruang kolaborasi lintas sektor dan negara. Lebih dari 100 pembicara nasional dan internasional hadir, membahas lebih dari 70 topik strategis. Isu-isu yang diangkat mencakup artificial intelligence, kebijakan imigrasi, UMKM dan ekspor, energi hijau, pendidikan global, kesehatan internasional, hingga mobilisasi talenta diaspora.

Prof. Herry menekankan bahwa Diaspora Global Summit 2 ini bukan hanya forum konsep, melainkan ajang mencari solusi konkret yang dapat diimplementasikan.

"Kita akan fokus pada perekrutan talenta diaspora yang nyata, menghasilkan keputusan efektif untuk meningkatkan kemajuan, produktivitas, dan daya saing," jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa inisiatif yang dibahas, seperti pengiriman tenaga kerja konstruksi ke Australia yang membutuhkan koordinasi lintas sektor, hingga upaya menarik kembali dokter Indonesia yang bekerja di luar negeri. "Kita punya banyak ahli di bidangnya, dan itu bisa menjadi aset yang saling menguntungkan bagi Indonesia," tambahnya.

 

Diaspora Global Summit 2 Bahas Sejumlah Isu Praktis

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra pada Selasa (12/8/2025) di Diaspora Global Summit 2 mengatakan bahwa jumlah diaspora Indonesia di berbagai negara diperkirakan mencapai sedikitnya delapan juta orang (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Prof. Herry juga mengungkapkan, forum ini akan membahas isu-isu praktis seperti prosedur imigrasi Amerika Serikat, yang sempat membingungkan pada masa administrasi Trump. Tujuannya, agar pelajar, turis, maupun pekerja Indonesia di AS dapat menavigasi proses tersebut dengan lebih baik.

Acara ini berlangsung sehari penuh dengan plenary dan parallel sessions. Plenary pertama membahas perekrutan talenta diaspora, sementara plenary kedua menghadirkan pakar diaspora dari Silicon Valley untuk membedah dampak dan potensi artificial intelligence. Sesi paralel mengangkat total 20 topik, mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.

Prof. Herry mengaku bangga melihat antusiasme peserta. "Tanpa hiburan, tanpa band, tanpa menghadirkan tokoh sekelas Obama, kalian tetap hadir. Ini menunjukkan bahwa ide dan gagasan sudah cukup menarik perhatian masyarakat Indonesia. Dan kami sangat terinspirasi oleh semangat ini," tuturnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Herry menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para sponsor utama yang telah mendukung terselenggaranya Diaspora Global Summit 2.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya