Mensesneg Minta Maaf, Tak Semua Masyarakat Bisa Ikut Upacara HUT ke-80 RI di Istana

Prasetyo Hadi selaku Ketua Panitia HUT ke-80 RI meminta maaf tak semua masyarakat Indonesia dapat mengikuti upacara detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 17 Agustus 2025.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 12 Agustus 2025, 14:55 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai pelantikan di Kantor Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Jumat (29/11/2024). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi selaku Ketua Panitia HUT ke-80 RI meminta maaf tak semua masyarakat Indonesia dapat mengikuti upacara detik-detik proklamasi di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 17 Agustus 2025.

Dia mengatakan, banyak masyarakat yang antusias mendaftar menjadi peserta upacara peringatan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka. Namun, kata dia, tempat di Istana terbatas sehingga jumlah masyarakat yang bisa ikut upacara di Istana dibatasi.

"Kami juga selaku pribadi dan mewakili panitia memohon maaf kalau memang karena keterbatasan tempat maka banyak masyarakat yang sebenarnya antusias ingin ikut hadir, merayakan. Tetapi sekali lagi karena keterbatasan tempat tidak bisa semuanya tertampung," kata Prasetyo usai meninjau gladi kotor upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Dia mengatakan ada 16.000 undangan yang akan hadir dalam upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka.

Tamu undangan akan dibagi dua sesi yakni, 8.000 untuk upacara detik-detik Proklamasi pada pagi hari dan sisanya pada upacara penurunan bendera sore hari.

"Pagi 8.000 total, sore 8.000. (Sekarang) full (kuota habis)," ujar Prasetyo.

Sempat Beri Kuota Tambahan

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan kuota tambahan bagi masyarakat untuk mengikuti upacara HUT ke-80 RI di halaman Istana Merdeka Jakarta. Tambahan kuota ini merupakan pengalihan di luar kuota 80 persen yang ditujukan untuk masyarakat.

Awalnya, pihak Istana menyiapkan 16.000 kuota peserta HUT ke-80 RI, yang 80 persennya dialokasikan untuk masyarakat. Pendaftaran undangan umum dibuka melalui situs pandang.istanapresiden.go.id pada Senin, 4 Agustus 2025, pukul 11.45 WIB.

Data menunjukkan peminat terbesar berasal dari DKI Jakarta, disusul Jawa Barat dan Banten. Namun, semangat “ngewar” ini juga menjangkau seluruh nusantara. Warga Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Maluku, NTT, hingga Papua turut berebut kesempatan bersejarah ini.

 

Tingginya Animo Masyarakat

Tingginya animo masyarakat tidak hanya karena ingin menyaksikan pengibaran Sang Saka Merah Putih, tetapi juga karena makna historisnya. Upacara HUT Kemerdekaan RI dari halaman istana merupakan momen sakral yang hanya bisa disaksikan oleh segelintir orang beruntung.

Kesempatan ini pun menjadi impian banyak warga untuk merasakan atmosfer kebangsaan yang penuh haru dan kebanggaan.

"Beliau (Presiden) juga menghendaki bahwa peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus itu nuansanya adalah, nuansanya penuh dengan kebersamaan, penuh dengan kegembiraan, penuh dengan optimisme," tutur Prasetyo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya