Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak hingga sentuh posisi 7.600 pada perdagangan Senin (11/8/2025). Kenaikan IHSG hari ini didorong mayoritas sektor saham yang menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melambung 0,96% ke posisi 7.605,92. Indeks LQ45 bertambah 0,85% ke posisi 799,59. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada perdagangan Senin pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.630,10 dan terendah 7.559,34. Sebanyak 383 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 227 saham melemah dan 190 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.935.710 kali dengan volume perdagangan 25,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.265.
Sektor saham dominan menghijau. Sektor saham transportasi naik 2,69%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham properti mendaki 2,58%, sektor saham keuangan menguat 1,57%.
Selain itu, sektor saham infrastruktur bertambah 0,97%, sektor saham energi naik 0,35%, sektor industri melesat 0,33%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,63%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,65%, sektor saham kesehatan bertambah 0,48%. Sementara itu, sektor saham basic turun 1,03% dan sektor saham teknologi melemah 0,64%.
Harga saham GOTO stagnan di posisi Rp 62 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 63 dan terendah Rp 61 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.787 kali dengan volume perdagangan 15.884.341 saham. Nilai transaksi Rp 98,6 miliar.
Harga saham UNTR naik 0,52% ke posisi Rp 24.275 per saham. Saham UNTR dibuka naik 50 poin ke posisi Rp 24.200 per saham. Harga saham UNTR berada di level tertinggi Rp 24.450 dan terendah Rp 24.125 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.908 kali dengan volume perdagangan 19.231 saham. Nilai transaksi Rp 46,7 miliar.
Harga saham BBCA bertambah 3,01% ke posisi Rp 8.550 per saham. Harga saham BBCA dibuka naik 200 poin ke posisi Rp 8.500 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.550 dan terendah Rp 8.425 per saham. Total frekuensi perdagangan 26.009 kali dengan volume perdagangan 1.285.613 saham. Nilai transaksi Rp 1,1 triliun.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham CHEM melonjak 34,62%
- Saham PPRE melonjak 33,90%
- Saham FUTR melonjak 32,43%
- Saham BRNA melonjak 24,63%
- Saham ARTA melonjak 24,49%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham NRCA merosot 15%
- Saham PPRI merosot 14,97%
- Saham SURE merosot 14,94%
- Saham TAXI merosot 12,50%
- Saham MFIN merosot 10%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 1,1 triliun
- Saham COIN senilai Rp 838,7 miliar
- Saham BREN senilai Rp 710,3 miliar
- Saham DSSA senilai Rp 636,8 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 541 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham COIN tercatat 119.612 kali
- Saham CDIA tercatat 62.186 kali
- Saham FUTR tercatat 60.654 kali
- Saham CUAN tercatat 58.080 kali
- Saham BREN tercatat 37.868 kali
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan lesu pada perdagangan Senin, 11 Agustus 2025. Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi seiring investor menanti pengumuman resmi apakah batas waktu 12 Agustus untuk gencatan tarif Amerika Serikat (AS)-China akan diperpanjang.
Mengutip CNBC, saham produsen vaksin China yakni Ab&B Bio-Tech meroket pada debut perdagangannya di Hong Kong. Saham Ab&B mencapai 33,5 dolar Hong Kong pada Senin siang. Harga saham ini naik hampir 160% dari harga IPO di 12,90 dolar Hong Kong.
Pada awal pekan ini, indeks ASX 200 di Australia naik 0,43%, indeks Hang Seng menguat 0,19%, indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,10%. Indeks Nifty50 menguat 0,88%. Indeks Shanghai bertambah 0,34%.