Kunjungan Kenegaraaan Temui Prabowo, Ini Profil Presiden Peru Dina Boluarte

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Merdeka Jakarta pada hari ini, Senin (11/8/2025).

oleh Devira PrastiwiDiperbarui 11 Agustus 2025, 12:05 WIB
Kunjungan kenegaraan Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (11/8/2025) disambut langsung Presiden Prabowo Subianto. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Merdeka Jakarta pada hari ini, Senin (11/8/2025).

Diketahui, ini merupakan kunjungan balasan Presiden Peru Dina Boluarte dari lawatan Prabowo pada November 2024 lalu. Lantas siapakah sebenarnya sosok Presiden Peru Dina Boluarte?

Dina Ercilia Boluarte Zegarra lahir pada 31 Mei 1962 di Chalhuanca, Apurímac, Peru, sebuah wilayah pedesaan yang mayoritas penduduknya berbicara bahasa Quechua.

Sebagai anak bungsu dari 14 bersaudara, Dina Boluarte tumbuh dalam keluarga sederhana yang saat itu sering disebut hidupnya tidak menentu.

Ia fasih berbahasa Quechua dan Spanyol, menjadikannya simbol pemersatu antara budaya tradisional dan modern di Peru.

Dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Dina Boluarter menyelesaikan pendidikan hukumnya di Universitas San Martín de Porres dan meraih gelar Sarjana Hukum. Hal itu pun menjadi batu loncatan bagi perjalanan panjangnya menuju karier publik.

Sebelum terjun ke politik, ia berkarier selama 15 tahun mulai tahun 2007 hingga 2022 di Pendaftaran Identifikasi dan Status Sipil Nasional (RENIEC), lembaga yang bertanggungjawab dalam pengelolaan administrasi sipil Peru.

Perjalanan Politik

Dina Boluarte memulai karier politiknya pada usia 50-an, sebuah langkah yang tidak biasa di negara yang didominasi politisi muda.

Ia sempat gagal dalam beberapa pemilihan lokal, namun pada tahun 2021, ia terpilih sebagai Wakil Presiden Peru mendampingi Pedro Castillo.

Dinamika politik yang bergejolak membawa Dina Boluarte ke kursi kepresidenan pada Desember 2022, setelah Castillo dimakzulkan oleh Kongres Peru.

Dina Boluarte menjadi presiden perempuan pertama Peru, sebuah tonggak sejarah bagi negara itu. Ia dikenal sebagai pemimpin yang pragmatis dan fokus pada stabilitas politik di tengah krisis yang melanda pemerintahannya.

 

Tantangan sebagai Presiden Perempuan

Kunjungan kenegaraan Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (11/8/2025) disambut langsung Presiden Prabowo Subianto. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Sebagai pemimpin, Boluarte sering dianggap sebagai sosok kompromis yang berusaha menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak.

Meskipun awalnya dekat dengan partai sayap kiri, ia kemudian mengambil langkah lebih moderat untuk menjembatani perbedaan di Kongres dan masyarakat Peru.

Tantangan besar datang dari protes yang meletus setelah penggulingan Castillo. Kekerasan yang terjadi selama demonstrasi menuai kritik terhadap pemerintahannya, yang dianggap lamban dalam meredam situasi. Meskipun begitu, Boluarte terus menyerukan dialog nasional untuk mencapai perdamaian.

Kontroversi dan Kritik

Meskipun berhasil memimpin Peru dalam masa transisi yang sulit, kepemimpinan Dina Boluarte tidak luput dari kritik.

Penanganan terhadap protes anti-pemerintah yang berujung pada kekerasan, termasuk Ayacucho Massacre, mengundang kritik tajam dari berbagai organisasi internasional.

Pada awal 2023, Jaksa Agung Peru bahkan membuka penyelidikan terhadap Dina atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk genosida dan pembunuhan berencana, terkait dengan penggunaan kekuatan militer terhadap demonstran.

Dina Boluarte di Kancah Internasional

Kunjungan kenegaraan Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (11/8/2025) disambut langsung Presiden Prabowo Subianto. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Sebagai presiden, Boluarte menunjukkan komitmennya untuk memperkuat hubungan internasional. Pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menjadi salah satu agenda penting dalam memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Peru-Indonesia.

Pertemuan berlangsung pada 14 November 2024, Dina Boluarte menerima kunjungan resmi dari Presiden Prabowo di Istana Palacio de Gobierno, Lima.

Dalam pertemuan tersebut, Dina Boluarte menganugerahkan penghargaan tertinggi Peru yaitu 'Grand Cross of the Order of the Sun of Peru' atau 'El Sol del Perú' kepada Prabowo.

Ada pun penghargaan ini, dengan tingkatan tertinggi Grand Cross, biasanya diberikan kepada Kepala Negara dari negara-negara sahabat atau tokoh-tokoh internasional yang secara universal diakui kontribusinya.

"Kehormatan besar yang telah Anda berikan kepada saya dan negara saya dengan menganugerahkan saya penghargaan bergengsi, Grand Collar de la Orden El Sol del Peru. Ini adalah kehormatan yang luar biasa. Terima kasih banyak, Ibu Presiden," kata Prabowo dikutip dari siaran pers, Jumat 15 November 2024.

Penghargaan yang diberikan kepada Presiden Prabowo menunjukkan upaya Dina dalam mempererat hubungan antara Peru dan Indonesia, serta komitmennya terhadap hubungan internasional.

Infografis Prabowo Perintahkan Kapolri, Jaksa Agung hingga KPK Sikat Koruptor. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya