Juventus dan Bom Waktu Dusan Vlahovic: Risiko Munculnya Gejolak di Ruang Ganti

Situasi ini berpotensi membuat Juventus mempertahankan pemain yang awalnya ingin mereka lepas.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 09 Agustus 2025, 19:26 WIB
Pemain Inter Milan, Stefan de Vrij, berebut bola dengan pemain Juventus, Dusan Vlahovic, pada laga Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (27/10/2024). (AFP/Gabriel Bouys)

Liputan6.com, Jakarta Dusan Vlahovic masih menjadi salah satu pemain yang berpeluang hengkang dari Juventus pada bursa transfer kali ini. Negosiasi perpanjangan kontrak yang berlangsung cukup lama belum menghasilkan kepastian, bahkan peluangnya bertahan semakin tipis.

Juventus dikabarkan sudah menawarkan perpanjangan kontrak, tapi dengan pemotongan gaji yang tidak disambut baik oleh sang striker. Kondisi ini memicu spekulasi masa depannya, dengan AC Milan sempat muncul sebagai calon tujuan.

Sayangnya, pembicaraan antara kedua klub mandek, sementara Milan mulai melirik opsi lain seperti Rasmus Hojlund. Situasi ini berpotensi membuat Juventus mempertahankan pemain yang awalnya ingin mereka lepas.


Kebuntuan Negosiasi dan Ancaman Finansial

Pemain Juventus, Dusan Vlahovic, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Cagliari pada laga Liga Italia di Stadion Unipol Domus, Sabtu (20/4/2024). Hasil imbang ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara. Juventus masih ada di peringkat tiga klasemen Liga Italia 2023/2024. (Gianluca Zuddas/LaPresse via AP)

Gagalnya kesepakatan membuat masa depan Vlahovic menjadi teka-teki yang menekan Juventus. Gajinya yang tinggi, ditambah penurunan performa, menjadi pertimbangan besar bagi manajemen.

Mantan pemain Juve, Alessio Tacchinardi, menilai ini adalah momen genting. "Kita sudah mencapai titik yang sangat sensitif untuk Vlahovic, jadi hati-hati jangan sampai Milan mengemasnya dengan baik. Juve berisiko menyakiti diri sendiri dengan Vlahovic. Jika tidak melepasnya, Anda berurusan dengan pemain yang biayanya besar," ujarnya kepada Il Bianconero.

Ia juga menyoroti aspek mental dan performa sang striker. "Saya menonton laga terakhirnya, dia terlihat kelelahan secara mental. Igor datang dan memberi dorongan nyata, tetapi kemudian performanya terus menurun. Jika Vlahovic bertahan, itu beban finansial luar biasa, dan jika dia hanya duduk di bangku cadangan selama setahun, itu sangat berat," tambahnya.


Dampak ke Lapangan dan Ruang Ganti

Ekspresi kecewa striker Juventus, Dusan Vlahovic setelah gagal memanfaatka peluang saat menghadapi FC Nantes pada laga leg pertama babak play-off fase gugur Liga Europa 2022/2023 di Juventus Stadium, Turin (16/2/2023). Dusan Vlahovic yang baru berusia 23 tahun kini mempunyai nilai pasar sebesar 80 juta euro atau setara Rp1,29 triliun. (AFP/Marco Bertorello)

Selain finansial, penurunan performa Vlahovic berpotensi memengaruhi dinamika tim. Striker 25 tahun Serbia itu sempat menunjukkan ledakan di awal, tapi kini kesulitan menemukan konsistensi.

Juventus menghadapi risiko memiliki pemain mahal yang kontribusinya minim di lapangan. Hal ini bisa memicu gejolak di ruang ganti, terutama dengan pemain lain yang berjuang untuk tempat di tim utama.

Dalam skenario terburuk, keberadaannya bisa menjadi "bom waktu" yang memengaruhi motivasi dan atmosfer tim. Situasi ini menuntut keputusan cepat sebelum masalah melebar.


Urgensi Menutup Kesepakatan

Pelatih baru Juventus, Igor Tudor, memberikan arahan kepada Dusan Vlahovic dan Renato Veiga, saat melawan Genoa, pada laga Liga Italia, di Allianz Stadium, Turin, Minggu (30/3/2025) dini hari WIB. (AFP/Marco Bertorello)

Pasar transfer yang terus berjalan membuat waktu Juventus semakin terbatas. Setiap hari tanpa kepastian semakin menurunkan peluang mereka mendapatkan solusi terbaik.

Pihak klub perlu bergerak cepat, baik untuk melepas Vlahovic atau menemukan jalan tengah yang saling menguntungkan. Kejelasan akan membantu semua pihak memulai musim baru dengan fokus penuh.

Seperti yang diingatkan Tacchinardi, jika masalah ini dibiarkan berlarut, kerugian Juventus bisa berlipat. Dalam sepak bola modern, keputusan cepat sering menjadi perbedaan antara kemajuan dan kemunduran.

Sumber: Il Bianconero, juvefc.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya