PP ISNU: Ormas Keagamaan Bagian Penting Infrastruktur Sosial Indonesia

Ia menyebut keberadaan organisasi seperti NU dan organisasi masyarakat lainnya menjadi perekat sosial di tengah kemajemukan.

oleh Tim NewsDiperbarui 09 Agustus 2025, 14:39 WIB
Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) yang juga Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kamaruddin Amin menegaskan ormas keagamaan memiliki peran vital menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan sosial bangsa.

“Ormas keagamaan adalah bagian penting dari infrastruktur sosial Indonesia yang paling kokoh dalam merawat keragaman,” ujarnya dalam acara pelantikan PP ISNU Provinsi Aceh masa khidmat 2024–2029 dan Pimpinan Cabang ISNU se-Aceh periode 2025–2029.

Ia menyebut keberadaan organisasi seperti NU dan organisasi masyarakat lainnya menjadi perekat sosial di tengah kemajemukan. Tanpa ormas tersebut, kata dia, keragaman Indonesia lebih rentan terhadap perpecahan. Ketua Umum PP ISNU juga mendorong agar ISNU terus aktif mengidentifikasi dan membantu pemerintah menyelesaikan persoalan dari level Pusat hingga lokal.

“ISNU harus bersinergi dengan pemerintah di semua tingkatan. Kami punya banyak ahli dari berbagai bidang yang bisa diberdayakan untuk memberi kontribusi nyata,” tegas pria yang juga Sekjen Kemenag RI tersebut.

Kamaruddin memberi contoh seperti persoalan stunting, kemiskinan, dan perceraian yang berdampak pada ketahanan keluarga. Sekitar 17–18 persen dari 5 juta bayi yang lahir setiap tahun, menurutnya, mengalami stunting.

“Kalau persoalan ini tidak kami tangani, sulit membayangkan Indonesia bisa menjadi negara maju,” kata Kamaruddin.

 

 

Komitmen

Pelantikan Pimpinan Wilayah ISNU Aceh masa khidmat 2024-2029 dan Pimpinan Cabang ISNU se-Aceh periode 2025–2029, di Aula Serbaguna UIN Sulthan Nahrasiyah Lhokseumawe, Jumat (8/8/2025) (Istimewa)

Sementara itu, Ketua PW ISNU Aceh, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution MA menegaskan komitmen pihaknya menjadikan ISNU sebagai kekuatan moral dan intelektual di Aceh.

“Kami ingin mengabdi, berhikmah, dan terus menemukan versi terbaik dari diri masing-masing melalui pengabdian,” ujarnya.

Madrasah Kader tahun ini mengangkat tema Membangun Peradaban, Meneguhkan Ilmu, Mengabdi Umat dan diikuti sekitar 150 peserta. Ketua Pelaksana Muazzinah berharap program ini menjadi ruang kaderisasi ideologis dan intelektual bagi sarjana muda Nahdliyyin. Acara dihadiri perwakilan Gubernur Aceh, Wali Kota Lhokseumawe, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, serta tokoh masyarakat.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya