Rian Siap Mengabdi di Sekolah Rakyat: Meski Jauh dari Keluarga

Rian Santoso menjadi satu dari 1.323 guru Sekolah Rakyat yang dilantik Menteri Sosial Saifullah Yusuf hari ini.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 08 Agustus 2025, 18:30 WIB
Rian Santoso menjadi satu dari 1.323 guru Sekolah Rakyat yang dilantik Menteri Sosial Saifullah Yusuf hari ini di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (8/8/2025). (Foto: Liputan6.com/Radityo Priyasmoro).

Liputan6.com, Jakarta Rian Santoso menjadi satu dari 1.323 guru Sekolah Rakyat yang dilantik Menteri Sosial Saifullah Yusuf hari ini.

Pria pengampu pelajaran pendidikan kewarganegaraan itu sudah sah menjadi sebagai guru definitif di Sekolah Rakyat. 

"Saya Rian Santoso, mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan," kata Rian usai pelantikan saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Pria 27 tahun ini  mengaku asli dari Wonogiri Jawa Tengah. Sebagai perantau, Rian sudah menyiapkan fisik dan mental untuk bekerja jauh dari rumah. 

"Jadi karena penempatannya dari mapping kementerian di sini. Penempatannya acak, jadi kewenangan kementerian. Jauh dari keluarga tapi sudah siap," tutur dia.

Rian menceritakan, dirinya sudah mengajar Sekolah Rakyat sejak kegiatan dimulai 14 Juli 2025.

Menjadi guru, sudah pasti memiliki tantangan tersendiri, apalagi yang diajarnya memiliki latar belakang berbeda dari kelompok ekonomi prasejahtera.

 

Tantangan yang Dihadapi

"Tantangannya karena siswanya istimewa kita harus mengadaptasi dulu di sekolahnya

Tantangan paling berasa adalah ada perbedaan kultur dan kebudayaan di keluarganya," jelas Rian.

Rian bertekad, untuk dapat menjadikan pelajar dari Sekolah Rakyat pribadi yang lebih baik dan menjadi manusia yang lebih berguna di masa depan. 

"Sekolah Rakyat bisa membuat mereka yang bersekolah bisa menjadi manusia sukses, tangguh dan pintar," kata Rian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya