Liputan6.com, Jakarta- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul resmi melantik 1.323 guru Sekolah Rakyat di 100 titik seluruh Indonesia. Dengan pelantikan ini, para guru tersebut telah berstatus definitif dan berhak mendapatkan tunjangan serta hak-hak lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jadi tadi kita sudah melakukan pelantikan, dengan begitu 1.323 itu sudah definitif sebagai guru Sekolah Rakyat dan sekaligus nanti akan mendapatkan hak-hak dan tunjangannya,” kata Gus Ipul di Graha Aneka Bhakti Kantor Kementerian Sosial, Jumat (8/8/2025).
Advertisement
Gus Ipul memastikan, dengan dilantiknya mereka maka sudah tidak adalagi problem soal guru-guru yang memilih mundur. Menurut dia, pihaknya menghormati keputusan para guru yang terpilih namun mengundurkan diri.
“Kalau ada yang tidak memenuhi panggilan tentu kami menghormati. Harapannya memang siap ditempatkan di mana pun. Tapi jika ada yang mengundurkan diri, tentu kami sangat menghargai,” jelas Gus Ipul.
Gus Ipul memastikan, Kementerian Sosial sudah menyiapkan langkah pengganti untuk posisi yang ditinggalkan. Berdasarkan informasi terbaru, kekosongan posisi guru telah terisi dan mereka akan dilantik pada gelombang berikutnya.
“Alhamdulillah, per hari ini sudah terisi semua untuk menggantikan yang mengundurkan diri itu. Dan tidak mengganggu proses belajar-mengajar, karena sebagian besar yang mundur berada di sekolah yang belum beroperasi,” jelas dia.
Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Mundur
Selain guru, Gus Ipul juga menyoroti adanya siswa Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri. Dari total 9.700 siswa, sebanyak 1,4 persen atau sekitar 114 siswa memilih keluar setelah sebelumnya melalui proses penerimaan. Namun kembali, Gus Ipul memastikan hal itu sudah melibatkan persetujuan tertulis orang tua.
“Kami dengan berat hati menyetujui pengunduran diri itu. Kami ingin mereka bertahan, tapi karena ini keputusan keluarga, kami tidak bisa memaksa. Semua proses kita lalui dengan dialog,” ungkapnya.
Gus Ipul menyatakan, Kemensos sesegera mungkin melakukan seleksi untuk menggantikan siswa yang mundur tersebut. Nantinya, para siswa baru yang masuk adalah mereka yang memenuhi syarat dan layak bersekolah di Sekolah Rakyat.
“Kita menggantikannya dengan siswa-siswa lain yang memenuhi syarat. Tidak ada masalah dengan siswa yang mundur,” tutur dia.
Dengan pelantikan secara definitif ini, Gus Ipul optimis, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat semakin berjalan lancar. Sebab baik siswa dan guru sudah saling beradaptasi dan merasa nyaman dengan jadwal yang ada.
“Ini perkembangan per hari ini yang saya terima dari berbagai kepala sekolah. Insya Allah ke depan makin bagus, tata kelola kita bisa mencukupi semua kekurangan sehingga operasional dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini sesuai harapan Presiden,” dia menandasi.