MARK Bakal Bagikan Dividen Interim, Cek Jadwalnya

MARK akan membagikan dividen interim sebesar Rp 76 miliar, atau setara Rp 20 per saham

oleh Septian DenyDiterbitkan 08 Agustus 2025, 12:31 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan penetapan kondisi pasar yang fluktuatif signifikan berlaku selama enam bulan sejak tanggal dikeluarkan, yaitu 18 Maret 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengumumkan rencana pembagian dividen interim kepada para pemegang saham berdasarkan kinerja keuangan semester I tahun 2025. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah kondisi pasar yang dinamis.

MARK akan membagikan dividen interim sebesar Rp 76 miliar, atau setara Rp 20 per saham. Pembagian ini mencerminkan dividen rasio sebesar 58% dari laba bersih semester I tahun 2025, yang menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga kebijakan distribusi keuntungan yang sehat dan berkelanjutan kepada para pemegang saham.

Dividen interim ini akan dibagikan kepada investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal recording date, dengan cum date pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Agustus 2025.

Artinya, investor yang ingin memperoleh hak atas dividen harus membeli saham MARK paling lambat tanggal tersebut. Adapun ex date di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 11 Agustus 2025.

Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen interim MARK:

  • Cum Date Pasar Reguler & Negosiasi: 8 Agustus 2025
  • Ex Date Pasar Reguler & Negosiasi: 11 Agustus 2025
  • Cum Date Pasar Tunai: 12 Agustus 2025
  • Ex Date Pasar Tunai: 13 Agustus 2025
  • Recording Date (Tanggal Pencatatan): 12 Agustus 2025
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 29 Agustus 2025

 

 

Jumlah Pemegang Saham

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seiring dengan pengumuman ini, jumlah pemegang saham MARK tercatat terus meningkat secara signifikan dalam lima bulan terakhir. Berdasarkan data perseroan, jumlah investor perorangan maupun institusi bertambah dari sekitar 5.767 pada awal Maret 2025 menjadi lebih dari 9.400 per 5 Agustus 2025.

Kenaikan lebih dari 60% ini mencerminkan tingginya minat pasar terhadap prospek pertumbuhan bisnis MARK dan kepercayaan investor terhadap strategi jangka panjang Perseroan.

Peningkatan jumlah investor ini turut mencerminkan apresiasi pasar terhadap kinerja keuangan dan tata kelola perusahaan yang konsisten. Dalam momentum yang positif ini, kebijakan pembagian dividen interim dapat menjadi salah satu bentuk apresiasi Perseroan kepada para pemegang saham.

Bagi pihak yang mengikuti perkembangan saham MARK, jadwal pembagian dividen ini dapat menjadi referensi penting dalam mempertimbangkan strategi investasi, khususnya terkait dengan tanggal cum date sebagai penentu hak atas dividen yang akan dibagikan.

MARK Kantongi Laba Bersih Rp 131,3 Miliar di Januari-Juni 2025

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan kinerja keuangan semester I 2025 yang terkoreksi secara nominal akibat dinamika perdagangan global, namun tetap menunjukkan fundamental yang kuat dan efisiensi operasional yang solid.

Sepanjang Januari-Juni 2025, MARK membukukan pendapatan sebesar Rp 380,8 miliar, turun 16,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 455,4 miliar. Laba bersih juga mengalami koreksi sebesar 10,8% menjadi Rp 131,3 miliar dari Rp 147,2 miliar pada semester I 2024.

"Penurunan penjualan pada semester I 2025 terutama disebabkan oleh perlambatan permintaan atas produk cetakan sarung tangan, seiring dengan sikap wait and see dari para pelaku industri global yang masih menunggu kejelasan terkait kebijakan tarif impor baru dari Pemerintah Amerika Serikat," dikutip dari keterangan tertulis MARK, Selasa (29/7/2025).

Meskipun MARK tidak mengekspor langsung ke pasar AS, ketidakpastian ini berdampak pada beberapa pelanggan utama di negara mitra dagang seperti Malaysia, China dan Thailand, sehingga turut memengaruhi volume pesanan dan memicu konsolidasi sementara di industri sarung tangan global.

Kendati mengalami tekanan dari sisi pendapatan, MARK berhasil menjaga margin keuntungan. Gross Margin 51,2%, hanya sedikit menurun dari 52,5% YoY menunjukkan daya saing produk dan kontrol terhadap biaya produksi yang efektif.

Dari sisi penjualan mengalami penurunan namun Operating Margin justru naik menjadi 42,4% dari 41,3%, dan Net Margin juga tumbuh menjadi 34,5%, naik dari 32,3% di semester I 2024 menandakan bahwa kinerja inti perusahaan tetap kuat dan profitable.

 

Penurunan Signifikan Beban Operasional

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Perseroan mencatat penurunan signifikan dalam beban operasional, dengan Beban penjualan turun 36,5% menjadi Rp 5,4 miliar. Sedangkan Beban umum dan administrasi turun 34,5% menjadi Rp 28 miliar. Penurunan ini menunjukkan disiplin biaya dan manajemen yang adaptif terhadap situasi pasar global yang masih belum menentu.

Kinerja yang ditunjukkan pada semester I memperlihatkan bahwa fundamental Perseroan tetap kokoh. Dengan laba operasional sebesar Rp 161,5 miliar dan laba sebelum pajak sebesar Rp 167,8 miliar.

Melihat kondisi keuangan yang solid, Perseroan juga terbuka untuk kembali membagikan dividen interim kepada pemegang saham, sebagaimana telah dilakukan pada tahun sebelumnya, sejalan dengan komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya