Hati-Hati Penipuan Aktivasi IKD, Simak Imbauan Dukcapil Jakarta

Maraknya penipuan aktivasi IKD, membuat Dirjen Dukcapil Kemendagri mengeluarkan surat edaran sejak 5 Juni 2025.

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 07 Agustus 2025, 20:05 WIB
Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan menggelar layanan jemput bola perekaman KTP-el dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) ke sejumlah sekolah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Penipuan mengatasnamakan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) marak terjadi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

Hal ini mengingat proses aktivasi IKD hanya dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka.

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto menjelaskan, upaya penipuan tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi pejabat internal Dukcapil.

Denny mengungkapkan bahwa terdapat pejabat kepala bidang di Dukcapil pernah dihubungi pelaku yang mengaku sebagai staf humas kecamatan.

"Memang marak penipuan terkait aktivasi IKD ini, bahkan terjadi di seluruh Indonesia," ujar Denny, di Jakarta, Kamis (7/8/2025), seperti dilansir dari Antara.

Maraknya penipuan tersebut, membuat Dirjen Dukcapil Kemendagri mengeluarkan surat edaran sejak 5 Juni 2025 untuk mengimbau masyarakat agar jangan ada komunikasi pribadi seperti telepon, SMS, atau pesan WhatsApp untuk aktivasi IKD.

Menurut dia, aktivasi IKD hanya dilakukan oleh petugas resmi Dukcapil melalui pertemuan langsung, termasuk program jemput bola yang bekerja sama dengan pengurus RT/RW.

"Kami datang langsung, mengumpulkan warga di satu lokasi, lalu aktivasi dilakukan oleh petugas kami secara resmi. Ini adalah upaya untuk melindungi data masyarakat dari kejahatan siber," kata Denny.

Sosialisasi Diminta Lebih Masif

Identitias Kependudukan Digital (IKD) atau KTP Digital. (Liputan6.com/Dikdik Ripaldi)

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Nuchbatillah mengungkapkan pernah menjadi target penipuan pada 2 Agustus lalu.

Saat itu, seseorang yang mengaku dari layanan Dukcapil Terpadu meneleponnya.

"Ada enam kali panggilan tak terjawab. Saat saya angkat, dia mengaku dari Jakarta Pusat. Ketika saya tanya nama Kasudinnya, jawabannya salah. Saya langsung tahu, Anda ini penipu," katanya.

Ia pun meminta Dinas Dukcapil untuk meningkatkan sosialisasi secara lebih luas dan masif agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.

Infografis Para Tersangka hingga Terpidana Kasus Korupsi E-KTP. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya