Impian untuk menjadi kawasan wisata kesehatan perlahan-lahan mulai diwujudkan di Indonesia. Tak mau kalah dengan negara lain, Indonesia juga sudah bisa menawarkan pelayanan kesehatan robotik pertama di RS Bunda.
Sebagai Ahli Bedah Robotik pertama di Indonesia Dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG mengatakan bahwa dengan sistem robotik, operasi skala besar bisa dilakukan lebih mudah dan bahkan bisa mempercepat pemulihan.
"Banyaknya pasien yang ke luar negeri membuat kita improvement untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Kita juga harus memberikan kepercayaan kepada pasien bahwa kita juga mampu," jelas dokter kelahiran Jakarta, 9 Mei 1972 ini.
Menurut Ivan, sistem robotik memiliki banyak manfaat. Selain bisa mempercepat pemulihan, dokter juga bisa melihat organ dengan jarak lebih dekat. Operasi robotik juga memakan biaya lebih murah dibanding negara lain.
"Robotik sangat bermanfaat bagi pasien dengan mobilitas tinggi. Pasien saya dalam waktu 4-5 hari sudah pulih, bahkan dia bilang ingin berjalan-jalan. Sebagai dokter, tentu saya senang. Biayanya juga cukup murah yaitu sekitar Rp 70-80 jutaan, jika dibanding negara Singapura atau Malaysia bisa Rp 250 juta lebih," kata Ivan yang ditemui beberapa waktu lalu di RS Bunda, Jakarta, dan ditulis Jumat (14/6/2013).
Ivan mengatakan bahwa pasien tidak perlu khawatir terhadap risiko pascaoperasi robotik ini. "Walaupun kami selalu menjelaskan bahwa semua operasi memiliki risiko, tapi dengan adanya robotik ini risikonya bisa saya bilang lebih kecil karena jarak bedah dan penglihatan lebih dekat".
"Saat ini di RS Bunda tersedia 10 ahli robotik. Ada enam dokter kandungan, dua dokter bedah khusus, dan dua dokter bedah urologi,"ujarnya.
Proses Bedah Robotik
Ivan menceritakan bagaimana proses bedah robotik yang sudah dilakukannya pada 50 pasien. Menurutnya, proses bedahnya seperti main video game. Hanya saja tidak boleh main-main karena itu menyangkut perut pasien.
"Prosesnya hanya memasukkan teropong di pusar. Setelah itu ada dua titik dan masuklah tangan robot. Kamera kecil 3D high definition dimasukkan juga,"jelasnya.
Setelah itu, dokter melakukan pembedahan sambil melihat monitor. Karena menggunakan tangan robot, luka pasien juga sangat kecil. Hanya 5-7 milimeter.
"Proses surgery juga tidak lama. Hanya satu setengah jam selesai. Cukup efektif karena saya bisa melihat kondisi pasien dari jarak 1-2 milimeter," kata Ivan.
Menurut Ivan, proses operasi menggunakan robotik ini bisa dilakukan untuk operasi usus buntu, kantung empedu, miom, angkat rahim dan yang masih dikembangkan untuk penyakit jantung.
Biodata
Nama: Dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG
Tanggal lahir: 9 Mei 1972
Keluarga:
1. Fenty Wartiana (Istri)
2. Kieran Pasha I Sini (anak)
3. Basil Jaehan I Sini (anak)
4. Kesiha Putri I Sini (anak)
Pendidikan:
- Dokter umum (FKUI) 1996
- MFRANZCOG (Adelaide Australia) 2001
- FRANZCOG (Fellow of Royal Australian and NZ College of Obstetricians and Gynecologist) Adelaide Australia 2004
- GDRM (Graduate Diploma in Reproductive Medicine) University of Western Sydney Australia 2005
- SpOG (adaptasi) FKUI 2006
Pengalaman Medis:
- Ahli bedah robotik bersertifikat (dokter bedah robotik pertama di Indonesia)
- Bayi tabung (IVF)
- Kesehatan reproduksi dan endocrinologi dan infertilitas
- Bedah minimal invasive (laparoskopi)-Australian certified
- Endometriosis
- Rekonstruksi panggul
- Endometrial ablation
Penghargaan
- Australia Young Gynecologist award 2005
- Finalis Ernst and Young Entrepreneurship Award 2011
(Fit/Mel/*)
Sebagai Ahli Bedah Robotik pertama di Indonesia Dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG mengatakan bahwa dengan sistem robotik, operasi skala besar bisa dilakukan lebih mudah dan bahkan bisa mempercepat pemulihan.
"Banyaknya pasien yang ke luar negeri membuat kita improvement untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Kita juga harus memberikan kepercayaan kepada pasien bahwa kita juga mampu," jelas dokter kelahiran Jakarta, 9 Mei 1972 ini.
Menurut Ivan, sistem robotik memiliki banyak manfaat. Selain bisa mempercepat pemulihan, dokter juga bisa melihat organ dengan jarak lebih dekat. Operasi robotik juga memakan biaya lebih murah dibanding negara lain.
"Robotik sangat bermanfaat bagi pasien dengan mobilitas tinggi. Pasien saya dalam waktu 4-5 hari sudah pulih, bahkan dia bilang ingin berjalan-jalan. Sebagai dokter, tentu saya senang. Biayanya juga cukup murah yaitu sekitar Rp 70-80 jutaan, jika dibanding negara Singapura atau Malaysia bisa Rp 250 juta lebih," kata Ivan yang ditemui beberapa waktu lalu di RS Bunda, Jakarta, dan ditulis Jumat (14/6/2013).
Ivan mengatakan bahwa pasien tidak perlu khawatir terhadap risiko pascaoperasi robotik ini. "Walaupun kami selalu menjelaskan bahwa semua operasi memiliki risiko, tapi dengan adanya robotik ini risikonya bisa saya bilang lebih kecil karena jarak bedah dan penglihatan lebih dekat".
"Saat ini di RS Bunda tersedia 10 ahli robotik. Ada enam dokter kandungan, dua dokter bedah khusus, dan dua dokter bedah urologi,"ujarnya.
Proses Bedah Robotik
Ivan menceritakan bagaimana proses bedah robotik yang sudah dilakukannya pada 50 pasien. Menurutnya, proses bedahnya seperti main video game. Hanya saja tidak boleh main-main karena itu menyangkut perut pasien.
"Prosesnya hanya memasukkan teropong di pusar. Setelah itu ada dua titik dan masuklah tangan robot. Kamera kecil 3D high definition dimasukkan juga,"jelasnya.
Setelah itu, dokter melakukan pembedahan sambil melihat monitor. Karena menggunakan tangan robot, luka pasien juga sangat kecil. Hanya 5-7 milimeter.
"Proses surgery juga tidak lama. Hanya satu setengah jam selesai. Cukup efektif karena saya bisa melihat kondisi pasien dari jarak 1-2 milimeter," kata Ivan.
Menurut Ivan, proses operasi menggunakan robotik ini bisa dilakukan untuk operasi usus buntu, kantung empedu, miom, angkat rahim dan yang masih dikembangkan untuk penyakit jantung.
Biodata
Nama: Dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG
Tanggal lahir: 9 Mei 1972
Keluarga:
1. Fenty Wartiana (Istri)
2. Kieran Pasha I Sini (anak)
3. Basil Jaehan I Sini (anak)
4. Kesiha Putri I Sini (anak)
Pendidikan:
- Dokter umum (FKUI) 1996
- MFRANZCOG (Adelaide Australia) 2001
- FRANZCOG (Fellow of Royal Australian and NZ College of Obstetricians and Gynecologist) Adelaide Australia 2004
- GDRM (Graduate Diploma in Reproductive Medicine) University of Western Sydney Australia 2005
- SpOG (adaptasi) FKUI 2006
Pengalaman Medis:
- Ahli bedah robotik bersertifikat (dokter bedah robotik pertama di Indonesia)
- Bayi tabung (IVF)
- Kesehatan reproduksi dan endocrinologi dan infertilitas
- Bedah minimal invasive (laparoskopi)-Australian certified
- Endometriosis
- Rekonstruksi panggul
- Endometrial ablation
Penghargaan
- Australia Young Gynecologist award 2005
- Finalis Ernst and Young Entrepreneurship Award 2011
(Fit/Mel/*)