3 Arahan Presiden Prabowo Terkait Kesehatan di Indonesia, Ingin Perbanyak Dokter Gigi hingga RS Bagus

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah arahan kepada menteri di Kabinet Merah Putih. Arahan tersebut terkait kesehatan di Indonesia.

oleh Devira PrastiwiVirghita Pragiwaka GutamaDiterbitkan 07 Agustus 2025, 15:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih serta Gubernur Bank Indonesia, Ketua OJK, Kepala LPS, Kepala BPS, dan Dirut Himbara di Istana Negara, pada Jumat (21/3/2025). (Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah arahan kepada menteri di Kabinet Merah Putih. Arahan tersebut terkait kesehatan di Indonesia.

Salah satunya, Presiden Prabowo Subianto ingin agar seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai, termasuk daerah-daerah terpencil. Hal itu seperti disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Prabowo mendorong agar target awal ditingkatkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh daerah.

"Beliau ingin kalau bisa 514 kabupaten dan kota semua rumah sakitnya bagus-bagus," kata Budi usai rapat bersama Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 5 Agustus 2025.

Menurut dia, pembangunan rumah sakit di wilayah-wilayah terpencil juga menjadi salah satu fokus utama Prabowo. Prabowo menjelaskan dari total 32 rumah sakit atau RS yang direncanakan, 22 telah dilakukan peletakan batu pertama, dan sisanya akan menyusul di paruh kedua tahun ini.

"Sisanya 10 akan di-groundbreaking juga di semester kedua ini. Diharapkan mungkin 12 sampai 15 rumah sakit bisa selesai juga di tahun ini," terang dia.

Selain itu, Presiden Prabowo mengaku telah menerima laporan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis. Melihat temuan data banyak masyarakat yang memiliki masalah gigi Prabowo meminta Menkes Budi Gunadi Sadikin memperbanyak jumlah dokter gigi di puskesmas-puskesmas.

"Beliau tadi tanya hasil temuannya (dari pelaksanaan CKG) apa? Yang paling tinggi ternyata gigi. Jadi, kesehatan gigi kita buruk sekali," kata Menkes Budi.

Budi mengatakan saat ini dari 10.000 puskesmas yang ada di Indonesia tidak semuanya memiliki dokter gigi.

Berikut sederet arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kesehatan di Indonesia dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Ingin 514 Kabupaten/Kota di RI Punya Rumah Sakit Bagus, Termasuk Daerah Terpencil

Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang kabinet paripurna ke-8 bersama jajaran menteri dan kepala badan di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto:Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan Presiden Prabowo Subianto ingin agar seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai, termasuk daerah-daerah terpencil.

Prabowo mendorong agar target awal ditingkatkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh daerah.

"Beliau ingin kalau bisa 514 kabupaten dan kota semua rumah sakitnya bagus-bagus," kata Budi usai rapat bersama Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 5 Agustus 2025.

Menurut dia, pembangunan rumah sakit di wilayah-wilayah terpencil juga menjadi salah satu fokus utama Prabowo. Dia menjelaskan dari total 32 rumah sakit yang direncanakan, 22 telah dilakukan peletakan batu pertama, dan sisanya akan menyusul di paruh kedua tahun ini.

"Sisanya 10 akan di-groundbreaking juga di semester kedua ini. Diharapkan mungkin 12 sampai 15 rumah sakit bisa selesai juga di tahun ini," ujarnya.

Budi menyebut masyarakat sangat senang dengan pembangunan rumah sakit di daerah-daerah. Khususnya, daerah terpencil yang tak diketahui banyak orang.

"Masyarakat senang sekali dengan pembangunan rumah sakit-rumah sakit di daerah-daerah seperti Reda Bolo, di Borong, itu daerah yang pasti teman-teman nggak pernah dengar lah. Konawe, Buton, Anambas, Taliabu, di Nias. Itu daerah-daerah yang memang Bapak Presiden perhatikan," papar Budi.

 

2. Bakal Resmikan Tiga Rumah Sakit

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025) (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Menkes Budi menuturkan Presiden Prabowo direncanakan meresmikan tiga rumah sakit besar dalam waktu dekat. Ketiga rumah sakit tersebut berlokasi di Jayapura, Jakarta, dan Solo, serta menjadi bagian dari transformasi infrastruktur layanan kesehatan nasional.

"Kita juga bahas tentang peresmian tiga rumah sakit. Jadi ada rumah sakit di Jayapura, rumah sakit Kemenkes yang besar. Itu juga beliau setuju nanti akan meresmikan. Terus juga ada rumah sakit PON yang baru di Jakarta. Kalau teman-teman naik Cawang itu kelihatan gede," tutur dia.

"Itu rumah sakitnya juga beliau setuju mungkin dalam waktu dekat akan diresmikan beliau, dan ada rumah sakit jantung khusus di Solo yang merupakan hibah dari Raja UAE," sambung Budi.

Disisi lain, Prabowo juga membahas soal alat kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit daerah. Budi menyebut Prabowo meminta agar produksi dokter dan dokter spesialis dipercepat.

"Kemudian kita juga bicara mengenai rumah sakit ini kalau sudah ada alat-alatnya akan butuh SDM dan butuh pembiayaan. Beliau juga menyampaikan bagaimana arahan supaya dokter-dokternya, dokter-dokter spesialisnya itu bisa dipercepat. Kemudian mengenai pembiayaannya juga bisa dipercepat," papar Budi.

 

3. Minta Perbanyak Dokter Gigi Usai Lihat Laporan CKG

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Bandung dengan menggunakan kereta cepat Whoosh. (Foto: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra).

Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis. Melihat temuan data banyak masyarakat yang memiliki masalah gigi Prabowo meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperbanyak jumlah dokter gigi di puskesmas-puskesmas.

"Beliau tadi tanya hasil temuannya (dari pelaksanaan CKG) apa? Yang paling tinggi ternyata gigi. Jadi, kesehatan gigi kita buruk sekali," kata Menkes Budi.

Budi mengatakan saat ini dari 10.000 puskesmas yang ada di Indonesia tidak semuanya memiliki dokter gigi.

"Yang enggak punya dokter gigi itu 4.000-an (puskesmas) sehingga itu tugasnya saya adalah bagaimana memperbaiki (tingkat kesehatan gigi) anak-anak sekolah termasuk juga dewasa dan lansia (lanjut usia) itu giginya bisa lebih sehat lagi," papar Budi mengutip Antara.

Sebelumnya pada kick off CKG Sekolah di SMPN 5 Bandung, Budi mengungkapkan bahwa 16 juta orang masyarakat telah mengakses program pemeriksaan atau cek kesehatan gratis (CKG) sejak Februari tahun 2025. Berdasarkan data CKG, masalah gigi terbanyak ditemukan.

"Sekarang per kemarin sudah 16 juta. Jadi mulainya kan 10 Februari jadi per kemarin sudah 16 juta. Secara nasional yang paling tinggi ini ada masalah gigi, yang kedua anemia di wanita," ujar Budi pada 4 Agustus 2025 di SMPN 5 Bandung.

Pada CKG anak-anak di Sekolah Rakyat hasilnya juga serupa dimana gigi jadi masalah yang banyak ditemukan. Sekitar 46 persen masalah utama pada anak-anak di Sekolah Rakyat adalah seputar gigi seperti disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi.

Infografis Target dan Sasaran Program Cek Kesehatan Gratis Era Prabowo. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya