Silatnas FKUB, Menag Nasaruddin Dorong Kerukunan Umat Menuju Indonesia Emas

Agama harus menjadi sumber kedamaian, bukan alat untuk mempertajam perbedaan

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 07 Agustus 2025, 04:13 WIB
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menghadiri Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan Tahun 2025 di Hotel Atria Gading Serpong, Rabu (6/8/2025) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menekankan kerukunan antarumat beragama tidak bisa berhenti pada tataran formal. Menurut dia, kerukunan harus menjadi gerakan sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat dan berakar pada spiritualitas serta nilai kemanusiaan.

“Kerukunan tidak cukup dirawat secara normatif. Ia harus menjadi etos kolektif bangsa ini. Agama harus menjadi sumber kedamaian, bukan alat untuk mempertajam perbedaan,” kata Nasaruddin Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan Tahun 2025 di Hotel Atria Gading Serpong, Rabu (6/8/2025).

Nasaruddin pun menegaskan, penting kiranya gagasan Kurikulum Cinta diperkenalkan dan sisebarluaskan. Tujuannya, menjadi sebuah pendekatan pendidikan diprakarsai oleh Kementerian Agama.

"Kurikulum ini dirancang untuk menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama manusia sejak dini. Tujuan dari kurikulum ini adalah membentuk generasi yang mampu menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis, tanpa prasangka serta penuh dengan semangat kebersamaan," jelas dia.

Senada, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antarumat beragama sebagai cara menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Dia meyakini, Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bisa menjadi ruang refleksi dan konsolidasi untuk merawat kerukunan yang tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang otomatis ada.

"Kerukunan umat beragama bukan warisan, melainkan amanah yang harus terus diperjuangkan,” ujar Kamaruddin dalam kesempatan yang sama.

Kamaruddin menambahkan, salah satu isu penting yang dibahas adalah persoalan pendirian rumah ibadah. Dia memandang, isu itu kerap menjadi sumber kerentanan sosial jika tidak dikelola secara inklusif dan terbuka. Karena itu, diperlukan musyawarah yang melibatkan semua pihak dan memperhatikan nilai-nilai lokal.

“Komunikasi terbuka lintas agama adalah instrumen paling penting dalam mencegah konflik sosial. Tidak ada keputusan baik yang lahir dari ruang tertutup,” tegas Kamaruddin.

Kamaruddin pun menyampaikan, FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi konflik berbasis kepekaan sosial dan relasi antariman.

“Kerukunan bukan hanya hasil dari toleransi, tetapi juga keberanian spiritual untuk saling memaafkan. Inilah kekuatan moral kita sebagai bangsa yang besar,” sebut Kamaruddin.

Agenda Strategis

Sementara itu, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Muhammad Adib Abdushomad, memastikan Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan akan menghadirkan serangkaian agenda strategis selama tiga hari ke depan.

Salah satunya, lanjut Adib adalah sesi brainstorming bersama para pemimpin lembaga keagamaan nasional, seperti Ketua Umum MUI, PGI, KWI, PHDI, PERMABUDHI, dan MATAKIN, yang akan mengangkat tema “Agama, Kedamaian, dan Harmoni Indonesia”.

“Di akhir sesi tersebut, direncanakan pembacaan Deklarasi Damai Nasional, yang akan menjadi acuan moral dan komitmen bersama dalam memperkuat toleransi antarumat beragama di seluruh tanah air,” terang Kepala PKUB yang akrab disapa Gus Adib ini.

Dalam forum ini juga, kata Gus Adib, akan digelar sidang komisi yang terbagi ke dalam empat fokus bahasan utama, yaitu Inklusivitas Keberagaman dalam Penguatan Kerukunan, Peran dan Fungsi Strategis Pemerintah Daerah dalam Penguatan FKUB, Penguatan Kapasitas dan Kontribusi Aktor serta Lembaga Kerukunan, dan Harmonisasi Umat Beragama: Isu Pendirian Rumah Ibadat, Rumah Doa, dan Praktik Keagamaan.

Sebagai informasi, Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan mengangkat tema Merawat Kerukunan Umat Menuju Indonesia Emas 2045. Acara tersebut menekankan pentingnya membangun harmoni sosial sebagai bagian dari visi besar bangsa.

Kegiatan ini merupakan agenda strategis dari Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI. Acara berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Agustus 2025 dengan dihadiri oleh lebih dari 350 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya