Liputan6.com, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Syahardiantono menjadi Kabareskrim Polri. Hal itu berdasarkan Surat Telegram yang diterbitkan tanggal 5 Agustus 2025.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan Syahar mulai memberikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pada 10 Oktober 2007, saat menjabat sebagai Kepala Satuan II Pidana Ekonomi Direskrim Polda Jawa Timur dengan total harta kekayaan Rp1.067.700.000 atau Rp1 miliar.
Advertisement
Kemudian pada 31 Desember 2019, Syahar melaporkan LHKPN saat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) Bareskrim Polri dengan total harta kekayaan Rp Rp2.114.800.000 atau Rp2,1 miliar.
Selanjutnya, pada 31 Desember 2023, Syahar melaporkan LHKPN sebagai Kadiv Propam Polri dengan total harta kekayaan Rp Rp4.380.233.900 atau Rp4,3 miliar.
Hartanya terus naik sebagaimana LHKPN pada jabatan Kabaintelkam Polri, yang dilaporkan pada 31 Desember 2024, yaitu Rp5.111.770.711 atau Rp5,1 miliar.
Tercatat Syahar memiliki tujuh bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp4.267.087.000 atau Rp4,2 miliar; harta bergerak lainnya Rp445.200.000; kas dan setara kas Rp399.483.711.
Namun begitu, Syahar tercatat tidak memiliki alat transportasi dan mesin, surat berharga, harta lainnya, termasuk tidak memiliki utang.
Mutasi Jenderal di Tubuh Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi Jenderal Bintang 3 di tubuh Mabes Polri. Melalui telegram yang diterbitkan Kapolri tanggal 5 Agustus 2025, lima Jenderal Bintang 3 mengalami pergeseran posisi.
Kapolri mengangkat Komjen Syahardiantonoyang semula menjabat Kabaintelkam, ditugaskan dan mendapat jabatan baru sebagai Kabareskrim.
Komjen Syahardiantono lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Syahadiantono ternyata satu angkatan dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, pada 2 Februari 1970 ini juga teman seangkatan jenderal bintang tiga lainnya seperti Mantan Kabareskrim Komjen Fadil Imran dan Komjen Wahyu Widada.
Syahardiantono pernah menjabat sebagai kasat II Ditreskrim Polda Jatim tahun 2005. Selanjutnya, dia dipercaya sebagai Kapolres Kota Pasuruan tahun 2008, dan kapolres Pasuruan pada 2020.
Berbagai jabatan strategi di Mabes Polri pernah diduduki. Syahardiantono pernah menjabat Kabagpenum Divhumas Polri tahun 2018, karo PID Divhumas Polri tahun 2019, hingga dirtipidter Bareskrim Polri tahun 2020.
Setahun kemudian, Syahardiantono dilantik menjadi Wakabareskrim Polri. Pada tahun 2022, Syahadiantono dipercaya menjadi Kadiv Propam usai kasus yang menjerat Irjen Ferdy Sambo.
Dua tahun kemudian atau pada 2024, Syahadiantono pecah Bintang 3 setelah ditunjuk menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri menggantikan Komjen Suntana.