Pemerintah Bisa Blokir Gim Roblox, Ini Alasannya

Pemerintah membuka kemungkinan untuk memblokir permainan digital termasuk Roblox, jika gim mengandung unsur kekerasan dan terbukti berdampak negatif terhadap perilaku generasi muda.

oleh Yacob BillioctaDiperbarui 05 Agustus 2025, 23:06 WIB
Roblox (screenshot Google Play Store)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah membuka kemungkinan untuk memblokir permainan digital termasuk Roblox, jika gim mengandung unsur kekerasan dan terbukti berdampak negatif terhadap perilaku generasi muda.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, hal ini merespons Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang melarang murid bermain gim Roblox karena banyak mengandung adegan kekerasan.

"Kalau memang kita merasa sudah melewati batas, apa yang ditampilkan di situ mempengaruhi perilaku dari adik-adik kita, ya tidak menutup kemungkinan (diblokir). Kita mau melindungi generasi kita, enggak ragu-ragu juga kita. Kalau memang itu mengandung unsur-unsur kekerasan, ya kita tutup, enggak ada masalah," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dikutip dari Antara, Selasa (5/8).

Prasetyo menekankan perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada satu platform tertentu, melainkan mencakup seluruh bentuk konten digital yang berpotensi membentuk perilaku menyimpang pada anak-anak dan remaja, termasuk gim, siaran televisi, media sosial, hingga pemberitaan di media arus utama.

Menurut dia, upaya melindungi generasi muda dari konten negatif merupakan tanggung jawab bersama, baik secara moral, etik, maupun sosial.

Prasetyo mencontohkan sejumlah peristiwa kekerasan yang melibatkan anak terhadap orang tuanya sebagai bentuk kekhawatiran atas pengaruh konten semacam itu.

"Kita harus betul-betul mencoba mengurangi hal-hal yang bisa menumbuhkan sesuatu yang kurang baik bagi yang menonton, terutama bagi generasi muda-generasi muda kita," ujar Prasetyo.

Lebih lanjut dia menyebut Kementerian Komunikasi dan Digital telah melakukan evaluasi harian terhadap berbagai platform, termasuk televisi, media sosial dan aplikasi permainan untuk mendeteksi keberadaan unsur kekerasan, kebencian, maupun perilaku destruktif lainnya.

Sebelumnya, Abdul Mu'ti mengingatkan bahaya permainan Roblox dan melarang para murid untuk bermain Roblox dikarenakan permainan tersebut menampilkan banyak adegan kekerasan.

"Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya karena itu tidak baik ya," kata Mu'ti di Jakarta, Senin (4/8).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya