5 Guru dan 2 Siswa Sekolah Rakyat di Takalar Mundur, Ini Alasannya

sebanyak lima orang guru yang sedianya ditugaskan di Sekolah Rakyat Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, juga dilaporkan mengundurkan diri.

oleh FauzanDiterbitkan 05 Agustus 2025, 16:45 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat penyelesaian 37 Sekolah Rakyat Tahap Ib yang ditargetkan fungsional pada 31 Juli 2025. (Dok. Kementerian PU)

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak lima orang guru yang sedianya ditugaskan di Sekolah Rakyat Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, juga dilaporkan mengundurkan diri.

Alasannya adalah karena mereka tak siap tinggal jauh dari keluarga mereka masing-masing.

Kepala UPT Kementerian Sosial Sentra Pangurangi Takalar, Cecep Soleman, yang menjadi lokasi pelaksanaan Sekolah Rakyat membenarkan hal tersebut. Dia menyebut guru yang mengundurkan diri itu berdomisili di Jawa Timur dan Yogyakarta.

"Iya betul ada lima orang. Ada dari Jawa Timur dan DIY, umumnya alasan mereka karena keluarga dan jarak yang jauh," kata Cecep, saat dikonfirmasi Selasa (5/8/2025).

Lebih jauh Cecep menjelaskan bahwa lima guru tersebut bakal mengampu berbagai mata pelajaran di Sekolah Rakyat Takalar, yakni Pendidikan Agama Islam, dua guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Seni Budaya, dan Ekonomi.

Ironisnya, guru Pendidikan Agama Islam yang domisilinya relatif dekat pun terpaksa mundur karena terkendala mengurus anak kecil dan adanya aktivitas belajar agama yang sudah dilakukan pada malam hari.

"Yang bersangkutan dilarang keluarga karena pertimbangan itu," tambahnya.

Klaim Masih Bisa Diatasi

Meski begitu, Cecep menegaskan bahwa kondisi tersebut masih bisa diatasi.

Saat ini Sekolah Rakyat Takalar masih dalam masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan matrikulasi, seperti literasi dasar, pembinaan mental, serta tes minat dan bakat (talent test), masih terus berlangsung.

"Kondisinya masih bisa diatasi karena masih tahap awal. Proses seleksi pengganti masih terus berlanjut sampai tanggal 7 (Juli)," jelasnya.

Untuk peserta didik, Cecep menyebutkan sempat ada dua siswa yang mengundurkan diri sebelum sekolah dimulai. Namun keduanya telah tergantikan. Kendati begitu, ia mengakui bahwa penyesuaian siswa baru memang cukup menantang.

"Penyesuaian agak sulit, tapi kami lakukan home visit dan meminta surat pernyataan dari orang tua. Sekarang jumlah siswa sudah lengkap, 100 orang, terdiri dari 52 perempuan dan 48 laki-laki," katanya.

Saat ini jenjang SMA sudah memulai kegiatan sejak 14 Juli 2025 dengan satu rombongan belajar (1A), sementara jenjang SMP dijadwalkan mulai aktif pada 15 Agustus mendatang. Satu guru agama yang sebelumnya mengundurkan diri pun telah digantikan dan sekolah kini tengah fokus pada persiapan fisik menyambut pembelajaran penuh.

"Kami tentu berharap proses seleksi dan rekrutmen dari Kementerian Sosial dapat segera melengkapi kekurangan guru yang ada," dia memungkasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya