4 Gebrakan Prabowo Putus Mata Rantai SDM Rendah Indonesia

International Institute for Management Development (IMD) World Talent Ranking (WTR) 2024 merilis tingkat daya saing keahlian SDM Indonesia di peringkat 46 dunia.

oleh Randy Ferdi FirdausDiperbarui 05 Agustus 2025, 12:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi kantor resmi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Senin (30/6/2025). (Dok. Tangkapan Layar Instagram @presidenrepublikindonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto sangat konsen terhadap pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Bukan tanpa sebab. International Institute for Management Development (IMD) World Talent Ranking (WTR) 2024 merilis tingkat daya saing keahlian SDM Indonesia di peringkat 46 dunia. Jauh di bawah negara tentangga Malaysia dengan peringkat, 33 dunia.

Pekerjaan itu yang tengah menjadi konsen pemerintah Prabowo. Karena, kualitas SDM mempengaruhi kemajuan suatu negara. Termasuk datangnya investasi dari luar negeri.

Setidaknya, ada 4 gebrakan Prabowo yang dilakukan untuk meningkatkan SDM Indonesia.

Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat hari ini, Rabu (9/7/2025). Simulasi dilakukan di Sentra Handayani, Jakarta Timur. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pemerintah Prabowo telah meluncurkan program Sekolah Rakyat pada tahun 2025. Sekolah gratis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Program ini tidak hanya bertujuan memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia, tetapi juga meningkatkan SDM serta mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Seluruh biaya pendidikan Sekolah Rakyat, mulai dari seragam, makan, asrama, peralatan sekolah, dan lainnya, akan ditanggung negara 100 persen atau gratis.

Program ini sebagai memuliakan masyarakat kurang mampu dan mendorong mereka untuk hidup lebih maju, sehingga dapat berperan signifikan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekolah Garuda

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Syafrie Syamsuddin pada, Rabu (19/3/2025), meninjau lokasi pembangunan Sekolah Garuda Nusantara di Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulut.

Sekolah Garuda adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto terkait Asta Cita penguatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia dan ekosistem sains dan teknologi. 

Sekolah Garuda dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas di bidang sains dan teknologi bagi anak-anak dari Aceh sampai Papua, terutama yang berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie mengatakan, untuk menyediakan akses penyeimbang bagi pendidikan berkualitas tersebut, Sekolah Garuda terdiri dari dua skema. Keduanya yaitu skema Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda baru.

"Kita memilih sekolah-sekolah SMA maupun MA yang sudah ada di pelosok Indonesia untuk menjadi bagian dari Sekolah Garuda Transformasi, bersama-sama dengan kami di Kemdiktisaintek, membuat sekolah yang sangat berpotensi ini menjadi lebih baik lagi dan akan bisa bersaing secara global," ucap Stella di kantor Kemdiktisaintek, Sabtu (17/5/2025).

Makan Bergizi Gratis

UMKM Aiko Maju menjadi pemasok bahan baku untuk dapur umum dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) (Dok. BRI)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan pemerintah Prabowo. MBG merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi bagi anak sekolah. 

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Program pemberian makanan bergizi bagi anak sekolah telah dilaksanakan di sejumlah negara. Bahkan, pada tahun 2022, program ini telah menjangkau hampir 418 juta anak di berbagai penjuru belahan dunia. 

Pemberian makanan bergizi untuk anak sekolah di Amerika Serikat dikenal dengan National School Lunch Program. Di India, program serupa dikenal dengan The Mid-Day Meal Scheme, sementara di Afrika dikenal dengan Homegrown School Feeding.

Berdasarkan studi World Bank pada tahun 2024, pemberian makan bergizi dapat meningkatkan tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, serta mengurangi malnutrisi atau stunting. Di beberapa negara maju, studi menunjukkan bahwa pemberian makan bergizi juga dapat mengendalikan pola makan sehingga mengurangi risiko obesitas dan diabetes sejak dini bagi anak usia sekolah. 

Di negara-negara Afrika, merujuk pada data United Nations World Food Programme pada 2021, program makan bergizi di sana mampu memperluas kesempatan petani lokal, mendorong ekonomi pedesaan/kerakyatan, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi rantai pasok dan emisi karbon.

Di Indonesia, program MBG resmi dimulai pada 6 Januari 2025. Implementasinya dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh jenjang pendidikan, dimulai dari PAUD hingga SMA/sederajat di semua wilayah kabupaten/kota dengan mempertimbangkan kesinambungan fiskal. Dalam pelaksanaannya, bahan makan yang diolah juga menggunakan sumber pangan lokal.

Cek Kesehatan Gratis

Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Jawa Tengah.

Salah satu program prioritas Pemerintahan Prabowo Subianto adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dimulai sejak 10 Februari 2025. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. Dengan demikian kualitas SDM Indonesia meningkat.

Program CKG hadir sebagai upaya preventif terhadap berbagai penyakit yang banyak terjadi di Indonesia.

Pemeriksaan kesehatan ini mencakup berbagai jenis penyakit yang bisa dicegah melalui deteksi dini. Program ini juga menjawab kebutuhan mendesak terkait tingginya angka kematian akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah.

"Kita telah memetakan beban penyakit berdasarkan siklus hidup masyarakat Indonesia, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia," ujar Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Maria Endang Sumiwi  di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Program ini dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan: CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya