IHSG Melemah 0,97% Akibat Profit Taking dan Kekhawatiran Global

IHSG ditutup turun 73 poin pada awal pekan ini seiring aksi ambil untung investor dan sentimen negatif dari data ekonomi global serta laporan keuangan emiten domestik.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 04 Agustus 2025, 19:10 WIB
Pada penutupan perdagangan Senin (4/8/2025), IHSG melemah 73,12 poin atau 0,97% ke level 7.464,65. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan penurunan tajam. Pada penutupan perdagangan Senin (4/8/2025), IHSG melemah 73,12 poin atau 0,97% ke level 7.464,65.

Indeks LQ45 yang terdiri dari saham-saham unggulan juga terkoreksi 9,07 poin atau 1,14% ke posisi 787,75.

Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, penurunan IHSG salah satunya disebabkan oleh aksi profit taking investor setelah penguatan di hari Jumat (1/8/2025).

Sentimen negatif dari luar negeri turut menekan pasar, terutama melemahnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta kebijakan tarif baru dari Presiden AS Donald Trump, yang meningkatkan ketidakpastian global.

Dari dalam negeri, pelemahan indeks juga dipicu oleh laporan keuangan beberapa emiten yang menunjukkan penurunan kinerja. Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis sepanjang pekan ini, antara lain:

  • Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2025 (Selasa, 5/8/2025)
  • Data cadangan devisa Juli 2025 (Kamis, 7/8/2025)
  • Data consumer confidence, penjualan ritel, serta penjualan mobil dan motor (Jumat, 8/8/2025)

IHSG dibuka melemah dan langsung masuk ke zona merah hingga akhir sesi pertama. Tekanan jual berlanjut hingga sesi kedua, membuat indeks tak mampu keluar dari area negatif hingga penutupan perdagangan.

 

Sektor Kesehatan Jadi Penopang

Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor berhasil menguat. Kenaikan tertinggi dicetak oleh sektor kesehatan yang naik 1,87%, disusul sektor teknologi (1,46%) dan sektor barang konsumen non-primer (0,84%).

Sementara itu, empat sektor lainnya justru terkoreksi. Sektor energi mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,41%, diikuti sektor bahan baku (1,35%) dan sektor konsumen primer (0,54%).Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi antara lain:

  • PPRI
  • DKHH
  • OASA
  • AGAR
  • COIN

Sedangkan saham yang mengalami koreksi terdalam meliputi:

  • AMMN
  • CBUT
  • INRU
  • LIFE
  • AMMS

 

Statistik Perdagangan

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Total frekuensi perdagangan hari ini tercatat sebanyak 2.038.590 kali, dengan volume transaksi mencapai 29,69 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp15,91 triliun. Sebanyak 325 saham naik, 317 saham turun, dan 162 stagnan.

Pasar Saham Asia Campuran

Sementara itu, bursa regional Asia bergerak variatif pada penutupan sore ini.

  • Nikkei melemah 499,10 poin atau 1,22% ke 40.300,00
  • Shanghai naik 23,36 poin atau 0,66% ke 3.583,31
  • Hang Seng menguat 225,64 poin atau 0,92% ke 24.733,22
  • Straits Times naik 43,40 poin atau 1,04% ke 4.197,23.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya