Liputan6.com, Jakarta - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT menjadi korban kekerasan majikannya di Malaysia.
Elvi Normawati Kun (41) warga asal Desa Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU dianiaya hingga sekarat dan kini dirawat di rumah sakit dr. Sudarso Pontianak, Kalimantan Barat.
Advertisement
Elvi masuk ke Malaysia secara ilegal lewat jalur tikus. Dia kemudian bekerja di daerah Kuching Serawak Malaysia.
"Dia korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh keluarganya dan berangkat secara ilegal. Di data kami, dia tidak terdata," ujar Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, Senin (4/8/2025).
Korban Berangkat ke Malaysia secara Ilegal
Suratmi mendapatkan informasi tersebut dari tim TPPO Polda NTT dan langsung menindaklanjuti.
"Korban berada di Malaysia selama kurang lebih empat bulan dan mengalami penganiayaan oleh majikannya di Malaysia," urai Suratmi.
Pascamenerima informasi itu, Suratmi langsung berkoordinasi dengan BP3MI Kalimantan Barat untuk menangani korban.
"Kami sudah cek datanya. (Korban) tidak terdata di sistem kami. Ia berangkat secara ilegal," ujarnya.
Hasil koordinasi itu, BP3MI Kalimantan Barat dan NTT memfasilitasi pemulangan korban setelah pulih.
"Nanti kami fasilitas kepulangannya," kata Suratmi.
Masih Dirawat Intensif
Ketua Perhimpunan Flobamora Kalimantan Barat, Edel Robertus Olin saat dikonfirmasi mengatakan korban dirawat intensif di rumah sakit dr. Sudarso Pontianak sejak pekan lalu.
"Sudah empat hari dirawat karena mengalami sakit yang sangat serius. Awalnya korban sulit berkomunikasi, tapi kemarin saya sudah bisa berkomunikasi saat saya menjenguknya," ujar Edel via sambungan telepon.
Korban baru lima bulan bekerja di Malaysia. Selama bekerja di Negeri Jiran, dia menjadi bulan-bulanan majikannya.
"Korban tidak diberi makan selama empat hari dan dianiaya," katanya.
Tak tahan dengan siksaan majikan, korban berusaha kabur ke Pontianak hingga dirawat di rumah sakit.
"Saya dikabari kalau ada warga NTT yang merupakan pekerja dari Malaysia sakit parah sehingga saya ke rumah sakit untuk cek," ungkapnya.
Sementara itu, tim TPPO Polda NTT langsung bergerak ke Kabupaten TTU untuk menyelidiki proses keberangkatan korban hingga bekerja di Malaysia.